Kementerian Pertanian memperkuat program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Merauke, Papua Selatan, melalui dukungan pengolahan lahan seluas 14.958 hektare, pembangunan irigasi, konservasi air, serta 18 unit jalan usaha tani untuk mempercepat peningkatan produksi pangan nasional.
AGRICOM, MERAUKE — Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat percepatan pemanfaatan lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Merauke, Papua Selatan, melalui penyaluran bantuan pengolahan lahan dan pembangunan infrastruktur pendukung. Langkah ini ditujukan agar lahan yang telah dicetak segera dapat diolah dan dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi pangan nasional.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa meninjau langsung lokasi program Cetak Sawah Rakyat di Merauke, Sabtu (24/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan kebutuhan petani, mulai dari pengolahan lahan, ketersediaan air, akses jalan usaha tani, hingga dukungan mekanisasi, menjadi bagian dari upaya percepatan pengembangan sawah baru.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa meninjau langsung lokasi Cetak Sawah Rakyat di Merauke, Sabtu (24/10). Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan berbagai kebutuhan petani menjadi perhatian pemerintah, mulai dari pengolahan lahan, ketersediaan air, hingga akses jalan usaha tani dan dukungan mekanisasi pertanian.
Kementan menyalurkan dukungan pengolahan lahan untuk konstruksi cetak sawah seluas 14.958 hektare, disertai pembangunan infrastruktur air yang mencakup 60 unit Irigasi Perpompaan, 13 unit Irigasi Perpipaan, 52 unit Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier, dan 13 unit Bangunan Konservasi Air. Pemerintah juga mengalokasikan 18 unit Jalan Usaha Tani untuk mendukung mobilitas petani dan pengangkutan hasil pertanian.
Wamentan Saleh mengatakan, program cetak sawah di Merauke telah berjalan, tetapi masih memerlukan dukungan terpadu agar lahan yang dibuka dapat diolah secara optimal. Menurutnya, pembangunan sawah baru harus diikuti penyelesaian berbagai kendala teknis di lapangan sehingga investasi pemerintah benar-benar menghasilkan manfaat bagi petani.
“Dari program yang ada, saat ini saya lihat sudah berjalan. Memang baru buka lahan, cetak sawah baru. Persoalan-persoalan yang disampaikan kelompok tani itu hampir semua merupakan persoalan dalam program cetak sawah. Ke depan, saya akan laporkan kepada Pak Menteri agar ada solusi terpadu,” ujar Wamentan Saleh, dikutip Agricom dari Kementan, Selasa (27/10).
Ia menegaskan, dukungan pemerintah tidak boleh berhenti pada pembukaan lahan. Ketersediaan air, akses jalan usaha tani, serta pemanfaatan alat dan teknologi pertanian harus disiapkan agar petani dapat segera melakukan pengolahan tanah dan melanjutkan ke tahap budidaya.
“Dari mulai hulu sampai hilirnya, sampai bisa berjalan dengan baik, kendala-kendala seperti Jalan Usaha Tani, irigasi, mekanisasi, drone, dan sebagainya akan kita hitung. Saya sudah sampaikan kepada Ibu Kepala Dinas Pertanian untuk menghitung kebutuhan tersebut, sehingga apa yang telah kita upayakan ini tidak menjadi mubazir atau sia-sia,” tegasnya.
BACA JUGA: Gandeng Kemendag, PTPN IV PalmCo Perluas Ekspor Sawit, Karet, Kopi, Teh, dan Gambir di TEI 2026
Menurut Wamentan Saleh, penanganan secara terpadu menjadi penting untuk memaksimalkan potensi lahan pertanian di Merauke yang mencapai sekitar 28.000 hektare. Sinkronisasi antara pembukaan sawah, pengolahan lahan, pengairan, dan mekanisasi diperlukan agar lahan baru dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Melalui dukungan bantuan pertanian dan infrastruktur tersebut, Kementan mendorong percepatan pemanfaatan lahan cetak sawah di Papua Selatan. Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan kelompok tani diharapkan dapat memastikan lahan yang telah dibuka benar-benar produktif dan berkontribusi terhadap peningkatan produksi pangan nasional. (A3)
