Pelemahan harga minyak kedelai berjangka di Chicago menekan seluruh kontrak CPO Bursa Malaysia. Kontrak Januari 2027 terkoreksi RM119 menjadi RM4.377 per ton, sementara tender KPBN pada Kamis (5/11) berakhir WD.
AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah pada perdagangan Kamis (5/11/2026). Tekanan terutama dipicu penurunan harga minyak kedelai berjangka di Chicago Board of Trade (CBOT), yang turut memengaruhi pergerakan pasar minyak nabati global.
Dilansir Bernama, seluruh kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia mencatatkan penurunan. Kontrak November 2026 turun paling dalam sebesar RM174 menjadi RM4.126 per ton.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN 5 November 2026 Withdraw di Rp14.548/Kg, Bursa Malaysia Anjlok
Kontrak Desember 2026 melemah RM128 menjadi RM4.279 per ton, sedangkan kontrak Januari 2027 terkoreksi RM119 menjadi RM4.377 per ton.
Tekanan juga terjadi pada kontrak berikutnya. Kontrak Februari 2027 turun RM114 menjadi RM4.462 per ton. Sementara kontrak Maret 2027 melemah RM111 menjadi RM4.533 per ton dan kontrak April 2027 turun RM109 menjadi RM4.587 per ton.
Penurunan serentak pada seluruh kontrak menunjukkan tekanan jual masih mendominasi perdagangan CPO di pasar berjangka Malaysia.
BACA JUGA: DSI Pastikan Gerbang Ekspor Tunggal Bukan Penghambat, tetapi Penguat Perdagangan Sawit
Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi tercatat turun menjadi 97.181 lot dibandingkan 137.168 lot pada perdagangan Rabu (4/11/2026). Sebaliknya, posisi kontrak terbuka (open interest) meningkat menjadi 336.631 kontrak dari sebelumnya 334.908 kontrak.
Sementara itu, harga fisik CPO untuk pengiriman November di wilayah Selatan Malaysia juga melemah RM90 menjadi RM4.220 per ton.
Tender CPO KPBN Berakhir Withdraw
Sejalan dengan tekanan di pasar internasional, perdagangan CPO domestik melalui PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) pada Kamis (5/11/2026) juga belum menghasilkan transaksi.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Agricom dari KPBN, tender CPO mengalami withdraw (WD) dengan harga penawaran tertinggi sebesar Rp14.548 per kilogram.
Untuk penawaran Franco Dumai, harga pembukaan tercatat Rp14.630 per kg. Namun, tender berakhir WD dengan penawaran tertinggi Rp14.548 per kg.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pelemahan harga di pasar global berlangsung bersamaan dengan belum terbentuknya kesepakatan transaksi pada tender CPO domestik KPBN. (A3)
