Kemitraan lebih dari 12 tahun ini telah menjangkau lebih dari 39.000 petani swadaya dan mendukung praktik pengelolaan berkelanjutan pada 357.000 hektare lahan. Di Indonesia, program di Sanggau dan Landak memperkuat kapasitas 1.254 petani serta mendorong 627 petani menuju sertifikasi RSPO.
AGRICOM, JAKARTA – Kolaborasi antara organisasi masyarakat sipil Solidaridad dan perusahaan barang konsumen global Henkel meraih penghargaan RSPO Excellence Award for Shared Responsibility 2026 dalam konferensi tahunan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) RT2026.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai pengakuan atas komitmen kedua organisasi dalam memperkuat rantai pasok kelapa sawit berkelanjutan, sekaligus mendorong pemberdayaan petani swadaya dan perlindungan lingkungan.
RSPO Excellence Award for Shared Responsibility merupakan bentuk apresiasi kepada anggota RSPO yang menunjukkan kepemimpinan dalam menerapkan prinsip tanggung jawab bersama (shared responsibility). Penilaiannya mencakup kinerja, kredibilitas pelaporan, transparansi komitmen, serta dukungan konkret terhadap petani swadaya di sepanjang rantai pasok.
Menjangkau 39.000 Petani di Berbagai Negara
Kemitraan antara Solidaridad dan Henkel yang telah terjalin selama lebih dari 12 tahun mencerminkan implementasi nyata prinsip Shared Responsibility dalam mendorong keberlanjutan rantai pasok kelapa sawit. Komitmen ini telah diperpanjang hingga tahun 2029 untuk memperluas dampak di wilayah pengadaan utama Henkel, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Kolombia.
Sepanjang perjalanan melalui kemitraan ini, kedua organisasi telah menjangkau lebih dari 39.000 petani swadaya di Asia, Amerika Latin, dan Afrika Barat, serta mendukung penerapan praktik pengelolaan berkelanjutan pada lebih dari 357.000 hektar lahan. Inisiatif ini juga berhasil menghubungkan petani sawit swadaya di Kolombia ke rantai pasok global Henkel melalui program FARM2BAR, sekaligus mendorong adopsi minyak sawit berkelanjutan bersertifikat (CSPO) dan memperkuat keterlibatan petani swadaya dalam transformasi industri yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
BACA JUGA: RSPO Beri Penghargaan kepada 45 Kelompok Petani Swadaya, Indonesia Dominasi Sertifikasi Global
Capaian Nyata di Indonesia: Pemberdayaan Petani dan Pengelolaan Lanskap
Melalui program kemitraan strategis di Sanggau dan Landak (2022-2025), Solidaridad dan Henkel mendukung penguatan legalitas dan keterlacakan 1.914 hektar kebun sawit serta digitalisasi data 846 petani swadaya dalam 53 kelompok tani. Sebanyak 1.254 petani telah memperoleh pelatihan praktik budidaya berkelanjutan, sementara 627 petani telah melangkah menuju kesiapan sertifikasi RSPO.
Program ini juga berkontribusi pada peningkatan produktivitas kebun mitra, penguatan pengelolaan lanskap melalui dukungan penerbitan izin Hutan Desa Senyang Bentuang seluas 3.929 hektar yang memberikan manfaat bagi 740 keluarga, serta mendorong kolaborasi multipihak melalui Forum Sabang Merah Berdompu.
BACA JUGA: RSPO, CPOPC dan Kadin Perkuat Kolaborasi Sawit Berkelanjutan
Menyambut pencapaian ini, Country Manager Solidaridad Indonesia, Yeni Fitriyanti, menyampaikan penghargaan tersebut mencerminkan kekuatan kolaborasi jangka panjang dalam membangun rantai pasok kelapa sawit yang tangguh, sekaligus membuktikan bahwa peningkatan kesejahteraan petani dan kelestarian lingkungan dapat berjalan seiring.
Ketua KUD Permai Sanggau, Vincentius Sudirman, menambahkan bahwa program ini telah meningkatkan pemahaman petani mengenai praktik budidaya berkelanjutan, kemamputelusuran, dan pentingnya menjaga produktivitas lahan untuk masa depan.
BACA JUGA: DSI Pastikan Gerbang Ekspor Tunggal Bukan Penghambat, tetapi Penguat Perdagangan Sawit
Penghargaan ini dipersembahkan bagi para petani swadaya, pabrik kelapa sawit mitra, serta tim Solidaridad dan Henkel yang bersama-sama mendorong terwujudnya rantai pasok kelapa sawit yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. (A3)
