Pelemahan harga minyak kedelai di Dalian dan Chicago menekan pasar minyak sawit global. Kontrak CPO Januari 2027 di Bursa Malaysia turun RM119 menjadi RM4.258 per ton, sedangkan harga penawaran tertinggi KPBN mengalami penurunan Rp294 per kg dan berakhir withdraw (WD).
AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives kembali mengalami tekanan tajam pada perdagangan Jumat (6/11/2026). Pelemahan harga minyak kedelai di pasar global menjadi salah satu faktor utama yang menyeret harga minyak sawit, sekaligus mendorong kontrak CPO mencatatkan penurunan mingguan terdalam sejak pertengahan Desember 2024.
Dilansir Reuters, kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Januari 2027 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup turun RM119 atau 2,72% menjadi RM4.258 per ton. Posisi tersebut merupakan level penutupan terendah sejak 5 Maret 2026.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Jumat 6 November 2026 WD, Bursa Malaysia Anjlok 2,72% ke RM4.258 per Ton
Sepanjang pekan perdagangan ini, kontrak Januari 2027 telah terkoreksi 9,04%. Pelemahan tersebut sekaligus memperpanjang tren penurunan harga CPO selama dua pekan berturut-turut.
Tekanan harga tidak hanya terjadi di Bursa Malaysia. Perdagangan minyak nabati di sejumlah bursa internasional juga bergerak melemah, terutama minyak kedelai yang menjadi salah satu pesaing utama minyak sawit di pasar global.
Di Dalian Commodity Exchange, kontrak minyak kedelai paling aktif turun 1,41%, sedangkan kontrak minyak sawit terkoreksi lebih dalam sebesar 2,41%. Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) melemah 0,53%.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Anjlok hingga RM174 per Ton, KPBN Withdraw dengan Penawaran Tertinggi Rp14.548/Kg
Pergerakan tersebut memperlihatkan kuatnya keterkaitan antara harga minyak sawit dan minyak nabati pesaing. Keduanya bersaing dalam memenuhi kebutuhan industri pangan, energi, dan berbagai produk oleokimia di pasar internasional.
Ketika harga minyak kedelai melemah, daya saing harga minyak sawit turut menghadapi tekanan karena pembeli global memiliki alternatif sumber minyak nabati lainnya.
BACA JUGA: RSPO Beri Penghargaan kepada 45 Kelompok Petani Swadaya, Indonesia Dominasi Sertifikasi Global
Harga Penawaran Tertinggi KPBN Turun Rp294 per Kg
Tekanan pasar global juga tercermin dalam perdagangan CPO domestik melalui mekanisme tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN).
Pada Jumat (6/11/2026), harga CPO di KPBN mengalami withdraw (WD) dengan harga penawaran tertinggi sebesar Rp14.254 per kg. Angka tersebut turun Rp294 per kg atau sekitar 2,02% dibandingkan harga penawaran tertinggi pada Kamis (5/11/2026) yang mencapai Rp14.548 per kg.
BACA JUGA: RSPO RT2026: Solidaridad dan Henkel Raih RSPO Excellence Award, atas Kolaborasi Sawit Berkelanjutan
Berdasarkan informasi yang dihimpun Agricom dari KPBN, harga CPO Franco Dumai pada awalnya dibuka sebesar Rp14.500 per kg. Namun, transaksi berakhir withdraw dengan harga penawaran tertinggi hanya mencapai Rp14.254 per kg.
Penurunan harga penawaran tertinggi KPBN tersebut memperlihatkan tekanan yang semakin kuat di pasar CPO domestik, sejalan dengan pelemahan harga minyak sawit di pasar internasional. (A3)
