Anggaran Kementan Rp28,02 Triliun pada 2027, Bawang Putih Jadi Prioritas Baru

AGRICOM
Dok. Istimewa / Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan Kementan akan memperkuat hortikultura, termasuk bawang putih, dalam agenda pembangunan pertanian 2027.
Kementan mengarahkan anggaran 2027 untuk mempertahankan swasembada delapan komoditas sekaligus memperkuat produksi bawang putih dan komoditas strategis lainnya.

AGRICOM, Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan strategi penguatan sejumlah komoditas pertanian pada 2027 untuk mempertahankan capaian swasembada sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, Kementan mendapat persetujuan pagu anggaran Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp28,02 triliun. Dari anggaran tersebut, sekitar Rp16,6 triliun diarahkan untuk penguatan padi, komoditas larangan dan pembatasan (lartas), hortikultura, serta hilirisasi perkebunan dan peternakan.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: 28 Persen Areal Kopi Berpotensi Kering, Kementan Perkuat Budidaya Adaptif Iklim

Dilansir Agricom dari Kementan, Sabtu (5/9/2026). Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan pembangunan pertanian dilakukan secara bertahap agar anggaran dapat difokuskan pada target yang jelas. Setelah delapan komoditas strategis mencapai swasembada, pemerintah akan menjaga capaian tersebut dan mulai meningkatkan perhatian pada komoditas yang masih membutuhkan penguatan, salah satunya bawang putih.

“Ini tidak bisa sekaligus. Jadi kita selesaikan satu-satu. Karena kalau anggaran ini dibagi rata, biasanya tidak ada yang jadi,” kata Amran usai Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, Selasa (1/9).

Delapan komoditas strategis yang disebut telah mencapai swasembada terdiri atas beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

BACA JUGA: Komisi IV DPR Dorong Anggaran Kementan 2027 Diperkuat untuk Jaga Swasembada Pangan

Secara agregat, produksi delapan komoditas tersebut diproyeksikan mencapai 72,91 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional sekitar 68,22 juta ton. Dengan demikian, terdapat surplus sekitar 4,69 juta ton.

Capaian tersebut menjadi dasar bagi Kementan untuk mempertahankan produksi komoditas yang telah surplus sekaligus memperluas kemandirian pangan ke komoditas lainnya.

Untuk 2027, porsi terbesar anggaran kegiatan utama Kementan diarahkan pada komoditas padi sebesar Rp9,6 triliun. Anggaran tersebut antara lain ditujukan untuk meningkatkan produktivitas padi hingga 10–12 ton per hektare dan mempertahankan swasembada beras.

BACA JUGA: Mentan Amran Sidak Sawah Karawang, Targetkan Tanam Tiga Kali di Musim Kemarau

Selanjutnya, sekitar Rp1,9 triliun dialokasikan untuk komoditas lartas yang mencakup jagung, kedelai, dan ubi kayu. Penguatan ketiga komoditas tersebut diarahkan untuk meningkatkan produksi domestik dan menekan ketergantungan terhadap pasokan impor.

 

Bawang Putih Jadi Perhatian

Pada subsektor hortikultura, Kementan menyiapkan sekitar Rp2 triliun untuk pengembangan bawang putih, cabai, bawang merah, serta program Pekarangan Pangan Bergizi.

Khusus bawang putih, pemerintah menargetkan produksi mencapai 40,63 ribu ton pada 2027. Komoditas tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah setelah pemerintah memberikan perhatian besar pada sektor pangan, perkebunan, dan peternakan dalam periode sebelumnya.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Jumat (4/9) Turun Menjadi Rp16.025 per Kg, CIF Rotterdam Melemah ke US$1.585 per Ton

“Memang fokusnya kemarin adalah perkebunan, peternakan, pangan, ini positif semua. Ini tidak bisa sekaligus, tahun ini kita anggarkan dua kali lipat lebih. Itu untuk hortikultura tahun 2027,” ujar Amran.

Menurutnya, pendekatan bertahap mulai menunjukkan hasil. Produksi pangan, peternakan, dan perkebunan dinilai mengalami perkembangan positif sehingga pemerintah dapat mengalihkan perhatian lebih besar pada komoditas yang masih membutuhkan penguatan.

“Sekarang pangan alhamdulillah sudah swasembada beras, kemudian ayam bahkan surplus. Kemudian perkebunan tadi naik melonjak tajam. Nah tinggal satu kan PR kita. Ini insya Allah satu-satu,” katanya.

BACA JUGA: Dukung Inpres 11/2026, GAPKI Dorong Gotong Royong dan Kesiapsiagaan Cegah Karhutla

Amran menambahkan, peningkatan produksi hortikultura harus diikuti dengan penguatan infrastruktur pascapanen. Pemerintah perlu mengantisipasi potensi kelebihan pasokan saat panen raya agar peningkatan produksi tidak justru menekan harga di tingkat petani.

“Ini butuh solusi permanen, cold storage sayur-sayuran, cabai, bawang merah, apa segala macam,” ujarnya.

 

Hilirisasi Perkebunan

Selain pangan dan hortikultura, rancangan kegiatan Kementan 2027 memberikan perhatian pada hilirisasi komoditas perkebunan.

Sekitar Rp2,3 triliun disiapkan untuk pengembangan kelapa, kakao, kopi, pala, lada, dan tebu. Program tersebut diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperbesar nilai tambah yang dapat dinikmati pekebun.

BACA JUGA: Harga Karet SGX-Sicom Jumat (4/9) Turun Rp203, Tertinggi Rp40.958 per Kg

Sementara itu, sekitar Rp798 miliar dirancang untuk hilirisasi peternakan, terutama pengembangan daging sapi dan kerbau, telur, serta susu.

Kementan juga mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp5 triliun pada 2027. Tambahan tersebut akan diarahkan untuk pengembangan komoditas strategis perkebunan, yakni kelapa, lada, pala, tebu, kopi, kakao, dan jambu mete, serta dukungan traktor untuk pengembangan komoditas tebu.

Usulan tambahan anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat hilirisasi dan meningkatkan produksi perkebunan. Pemerintah mendorong pengembangan komoditas agar tidak berhenti pada peningkatan luas tanam dan produksi, tetapi berlanjut hingga penciptaan nilai tambah dan peningkatan pendapatan pekebun.

BACA JUGA: Harga Referensi Kakao September 2026 Naik 3,89% Jadi USD5.635,76 per Ton

Dalam rapat kerja tersebut, Komisi IV DPR RI menyetujui pagu anggaran Kementan Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp28,02 triliun. Komisi IV juga menyetujui usulan tambahan anggaran Rp5 triliun untuk selanjutnya disampaikan kepada Badan Anggaran DPR RI guna dilakukan sinkronisasi.

Dukungan anggaran tersebut diharapkan dapat menjaga capaian swasembada sekaligus memperluas kemandirian pada komoditas yang masih membutuhkan penguatan. Dengan pendekatan bertahap, agenda pertanian 2027 tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga membangun swasembada berkelanjutan dan memperkuat nilai ekonomi hasil pertanian bagi petani dan pekebun. (A3)

Pos terkait