Harga CPO KPBN Inacom Selasa (22/9) WD, Bursa Malaysia Turun 0,97%

AGRICOM
Dok. Agricom / Harga CPO KPBN Inacom tercatat withdraw (WD) pada Selasa (22/9/2026), sementara kontrak CPO Desember 2026 di Bursa Malaysia Derivatives melemah 0,97%.
Harga penawaran tertinggi CPO KPBN mencapai Rp15.621 per kg pada Selasa (22/9/2026), turun Rp100 per kg dibandingkan perdagangan sebelumnya. Di Bursa Malaysia, kontrak CPO Desember 2026 ditutup turun 0,97% ke RM4.810 per ton.

AGRICOM, JAKARTA — Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) pada PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom tercatat withdraw (WD) dalam tender Selasa (22/9/2026). Harga penawaran CPO tertinggi mencapai Rp15.621 per kg, atau turun Rp100 per kg dibandingkan harga pada Senin (21/9/2026) yang berada di level Rp15.721 per kg.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Agricom dari KPBN, sejumlah harga pembukaan CPO di berbagai lokasi juga berakhir dengan status withdraw karena penawaran yang masuk berada di bawah harga pembukaan.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Senin (21/9) Naik 0,08% ke Rp15.721/kg

Untuk CPO Franco Kuala Tanjung, harga dibuka pada Rp15.784 per kg dan berakhir WD dengan penawaran tertinggi Rp15.621 per kg. Sementara itu, FOB Talang Duku dibuka Rp15.534 per kg dan WD dengan penawaran tertinggi Rp15.366 per kg.

Adapun CPO Franco Teluk Bayur dibuka Rp15.584 per kg dan tercatat WD dengan penawaran tertinggi Rp15.335 per kg.

 

Harga CPKO dan Palm Kernel

Untuk komoditas crude palm kernel oil (CPKO), harga Franco Dumai tercatat Rp30.566 per kg dan WD, dengan penawaran tertinggi Rp29.875 per kg dari IBP.

Sementara itu, CPKO Franco S. Mangke berada di level Rp30.458 per kg dan WD, dengan penawaran tertinggi Rp30.000 per kg dari PII.

BACA JUGA: Harga Karet SGX-SICOM Selasa (22/9) Kembali Naik, Tembus Rp42.183/Kg

Untuk palm kernel (PK), harga Franco Belawan tercatat Rp13.867 per kg dan WD. Penawaran tertinggi berada di level Rp13.735 per kg dari SMART.

 

Bursa Malaysia Ikut Melemah

Dari pasar global, harga kontrak CPO untuk pengiriman Desember 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange berbalik melemah pada perdagangan Selasa (22/9/2026). Pergerakan tersebut dipengaruhi ekspektasi kenaikan stok serta permintaan yang masih lesu.

Dilansir Reuters, kontrak acuan CPO Desember 2026 ditutup turun RM47 per ton atau sekitar 0,97% menjadi RM4.810 per ton.

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Senin (21/9) Turun 0,84%, Tertekan Ringgit dan Ekspor

Level tersebut menjadi penutupan terendah sejak 14 Agustus 2026.

Pelemahan harga CPO Malaysia berlangsung di tengah perhatian pasar terhadap perkembangan pasokan dan permintaan minyak sawit. Pelaku pasar juga mencermati perkembangan pasar minyak nabati global yang dapat memengaruhi daya saing CPO.

Dengan pergerakan harga di pasar domestik dan global yang sama-sama berada di bawah tekanan, perkembangan stok, ekspor, serta permintaan minyak nabati akan menjadi faktor yang diperhatikan pelaku pasar dalam menentukan arah harga CPO selanjutnya.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO September 2026 Naik 1,10% Jadi USD1.007,51 per Ton

Berikut tender KPBN (Rp/kg, exclude PPN) Selasa (22/9/2026):

Komoditas/Lokasi Harga Status Penawaran Tertinggi
CPO CIF Pel. Gresik Rp15.784 WD Rp15.405 – WNI
CPO Franco Kuala Tanjung Rp15.784 WD Rp15.621 – EUP
CPO FOB Talang Duku Rp15.534 WD Rp15.366 – PSCOI
CPO Franco Teluk Bayur Rp15.584 WD Rp15.335 – WIRA
CPO Loco PKS Sei Tapung Rp15.545 WD Rp15.261 – AGM
CPO Loco PKS Kembayan Rp15.284 WD Rp15.116 – EUP
CPO Loco PKS Ngabang Rp15.409 WD Rp15.241 – EUP
CPKO Franco Dumai Rp30.566 WD Rp29.875 – IBP
CPKO Franco S. Mangke Rp30.458 WD Rp30.000 – PII
PK Franco Belawan Rp13.867 WD Rp13.735 – SMART

Catatan: Seluruh harga dalam Rp/kg dan exclude PPN.

(A3)

Pos terkait