Harga Porang Terjun Bebas, Petani Ciamis Tunda Panen

Harga Porang Terjun Bebas, Petani Ciamis Tunda Panen
Porang kering

17 September 2021 , 06:29 WIB

Agricom.id, CIAMIS - Petani porang asal Ciamis, Jawa Barat terpaksa menunda panen. Lantaran harga porang baik umbi maupun berbentuk chip, anjlok. Waduh gagal pegang duit dong.

Harga porang di pertengahan September ini, memang terjun bebas. Untuk umbi porang di Tatar Galuh ini, dibanderol hanya Rp4.000 per kilogram (kg).  “Untuk menjual umbi dengan harga Rp 5.000/kg sudah susah. Beberapa hari ini harga umbi porang di tingkat petani hanya berkisar Rp 4.000/kg,” ujar Nur Muttaqin, petani porang asal Tanjungmangu Sidangrasa, Ciamis, dikutip dari Tribun, Kamis sore (16/9/2021).

Pada 2020, ketika sedang booming, Nur Muttaqin tertarik menanam porang di 5 lokasi miliknya. Yang tersebar di Ciamis, Cikoneng dan Sadananya. Luas totalnya mencapai 2 hektar. Memasuki musim panen pada Juni sampai Agustus, ada dua kebun yang dipanen. “Dari 2 hektar kebun porang di 5 lokasi itu, dipanen secara bertahap. Sekitar 0,5 hektar sudah panen, yang di Sadananya dan Cikoneng. Hasilnya 4 ton umbi porang,”  terangnya.

Menyusul anjloknya harga umbi porang dan bahan setengah jadi, berupa chip porang, Nur Muttaqin terpaksa menunda panen. “Masih ada 1,5 hektar lagi yang siap panen. Rencana depan saja. Kalau harga sudah bagus lagi,” ujar Nur Muttaqin.

Dulu saat menanam porang (2020), harga umbi porang, menurut Nur Muttaqin sebesar Rp10.000/kg. Sementara, harga chip di kisaran Rp50.000 sampai Rp60.000/kg. “Tapi saat panen, harga umbi turun drastis. Hanya Rp 4.000 sampai Rp 5.000/kg. Sedangkan chip hanya Rp 34.000-Rp 35.000/kg. Jadi hasil panen saya tidak mencapai ekspektasi harga,” katanya.

Dari pengalaman ini, kata Nur Muttaqin, ekspektasi hasil panen tercapai. Dari benih umbi seberat 1 sampai 3 ons, dihasilkan umbi saat panen seberat 1 kg/umbi. Justru dari sisi ekspektasi harga yang babak belur. “Berat umbi saat panen sesuai dengan harapan, sesuai dengan ekspektasi. Tapi harapan harga tidak tercapai. Makanya sekarang lebih baik tidak panen saja, tunda sampai tahun depan. Kalau harga sudah bagus baru dipanen,” ujarnya.

Jatuhnya harga umbi porang, menurut Nur Muttaqin, berdampak kepada semangat petani ikut anjlok. “Gara-gara harga anjlok, semangat petani untuk menanam porang juga ikut anjlok,” katanya.

Ke depan, dia berharap, industri hilir porang di Ciamis bertumbuh. Paling tidak, ada pabrik pembuat chip porang di Ciamis. Sehingga bisa meyerap hasil panen petani porang Ciamis.

Informasi saja, chip porang adalah umbi porang yang diiris tipis, lantas dijemur hingga kering. Selanjutnya, chip porang yang masuk kategori barang setengah jadi dikirim ke pabrik untuk diolah lagi. “Kalau di Ciamis sudah punya pabrik chip yang representatif, hasil  panen umbi porang di Ciamis tidak tergantung lagi pada PO (price order) dari luar daerah,” katanya. (A3)



 

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP