Harga CPO Malaysia Lanjut Menguat, Permintaan Awal Januari Beri Sinyal Positif


Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia kembali menguat pada Selasa (13/1/2026), didorong kenaikan harga minyak nabati global dan sinyal membaiknya permintaan ekspor pada awal Januari. Foto: Agricom

 

AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia kembali menguat pada perdagangan Selasa (13/1/2026), mencatat kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut. Penguatan ini ditopang oleh naiknya harga minyak nabati pesaing di pasar global serta data ekspor yang memberi sinyal permintaan mulai membaik di awal Januari.

Kontrak acuan minyak sawit di Bursa Malaysia Derivatives Exchange untuk pengiriman Maret 2026 naik RM41 per ton atau sekitar 1% menjadi RM4.131 per ton pada perdagangan tengah hari. Kenaikan ini memperpanjang tren positif setelah sebelumnya harga juga ditutup menguat, seperti dikutip dari Reuters.

Pergerakan harga CPO sejalan dengan penguatan minyak nabati lainnya. Di Bursa Dalian, China, kontrak minyak sawit paling aktif tercatat naik 1,62%. Sementara itu, harga minyak kedelai (soyoil) di Chicago Board of Trade (CBOT) turut menguat 0,62%.

BACA JUGA: Harga Sawit Malaysia Masih Tertekan, Stok Membengkak Akibat Produksi Tinggi

Di pasar global, minyak sawit memang bersaing ketat dengan minyak kedelai serta minyak nabati lainnya sebagai bahan baku utama industri pangan dan energi. Karena itu, pergerakan harga komoditas pesaing kerap menjadi faktor penting yang ikut “menarik” arah harga sawit.

Selain faktor eksternal, pelaku pasar juga mencermati perkembangan ekspor Malaysia pada awal Januari. Data awal menunjukkan adanya perbaikan permintaan, yang memberi sentimen positif bagi pergerakan harga CPO. Jika tren ekspor ini berlanjut, peluang penguatan harga sawit dalam jangka pendek dinilai masih terbuka.

Meski demikian, pasar tetap mewaspadai dinamika global, termasuk fluktuasi harga energi, nilai tukar, serta kebijakan perdagangan negara konsumen utama, yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga minyak sawit ke depan. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP