Harga CPO di Bursa Malaysia naik pada perdagangan Selasa seiring ekspektasi penurunan produksi Januari dan sinyal perbaikan kinerja ekspor yang menopang sentimen bullish pasar. Foto: Agricom
AGRICOM, KUALA LUMPUR — Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia kembali menguat pada perdagangan Selasa (20/1/2026). Penguatan ini didorong oleh ekspektasi pasar terhadap penurunan produksi yang cukup tajam pada Januari, serta prospek ekspor yang dinilai semakin membaik.
Pelaku pasar menilai kombinasi antara potensi penurunan output dan membaiknya permintaan ekspor berpeluang menekan stok akhir Malaysia. Kondisi tersebut menjaga sentimen positif dan membuka ruang berlanjutnya tren bullish dalam beberapa bulan ke depan.
Berdasarkan data perdagangan, kontrak berjangka CPO acuan untuk pengiriman April 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange tercatat naik RM37 per ton atau sekitar 0,91% menjadi RM4.104 per ton pada jeda perdagangan siang.
BACA JUGA: CPO Malaysia Terkoreksi, Sentimen China dan Batalnya B50 Indonesia Tekan Harga
Kenaikan harga terjadi seiring meningkatnya perkiraan bahwa produksi minyak sawit Malaysia pada Januari akan turun signifikan, diperkirakan berada di kisaran 15% hingga 17%. Faktor cuaca, siklus musiman, serta perlambatan panen disebut menjadi penyebab utama penurunan tersebut.
Dari sisi permintaan, kinerja ekspor dilaporkan menunjukkan perbaikan yang cukup kuat. Hal ini mengindikasikan bahwa minat beli dari pasar global tetap solid, meskipun ketidakpastian ekonomi dunia masih membayangi pergerakan komoditas.
Pergerakan CPO juga sejalan dengan tren positif di pasar minyak nabati pesaing. Di Bursa Dalian, kontrak soyoil paling aktif tercatat naik 0,4%, sementara kontrak minyak sawit menguat 1,18%. Adapun di Chicago Board of Trade (CBOT), harga soyoil turut menguat sekitar 0,29%.
Penguatan serentak di pasar minyak nabati ini memperkuat pandangan bahwa sentimen global terhadap komoditas nabati masih relatif konstruktif, terutama di tengah ekspektasi pengetatan pasokan dan stabilnya permintaan. (A3)
Sumber: Reuters