Harga CPO Malaysia Naik, Reli Minyak Kedelai dan Minyak Mentah Jadi Penopang

Harga CPO Malaysia Naik, Reli Minyak Kedelai dan Minyak Mentah Jadi Penopang
Agricom.id

29 January 2026 , 13:52 WIB

Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia ditutup menguat pada perdagangan Rabu (28/1/2026), didorong kenaikan harga minyak kedelai global dan sentimen positif dari pasar minyak mentah. Foto: Agricom

 

AGRICOM, KUALA LUMPUR – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia ditutup menguat pada perdagangan Rabu (28/1/2026), seiring reli harga minyak kedelai di pasar global serta sentimen positif dari penguatan harga minyak mentah dunia.

Mengutip laporan Bernama, pelaku pasar menilai pergerakan minyak mentah memberikan dukungan penting bagi pasar CPO, terutama di tengah membaiknya prospek energi dan biofuel. Pedagang proprietary Iceberg X Sdn Bhd, David Ng, mengatakan bahwa harga CPO saat ini masih berada dalam zona teknikal yang relatif kuat.

“Kami melihat CPO mendapatkan sokongan di atas RM4.180 per ton, dengan level resistensi di sekitar RM4.300 per ton,” ujarnya.

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Menguat Dua Sesi Beruntun, Didorong Naiknya Minyak Nabati Pesaing

Meski demikian, pasar mulai menunjukkan sikap lebih berhati-hati setelah reli tajam yang terjadi sejak pekan lalu. Senior Analyst Fastmarkets Palm Oil Analytics, Sathia Varqa, menjelaskan bahwa sebagian pelaku pasar mulai melakukan aksi ambil untung.

“Tekanan ambil untung mulai terlihat sejak Jumat. Selain itu, penguatan nilai tukar ringgit yang berlangsung terus-menerus juga membatasi ruang kenaikan harga,” katanya.

Pada penutupan perdagangan, kontrak Februari 2026 naik RM16 menjadi RM4.198 per ton. Kontrak Maret 2026 menguat RM13 ke level RM4.256 per ton, sedangkan kontrak April 2026 bertambah RM12 menjadi RM4.272 per ton.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Selasa (27/1) Kembali Menguat, Tembus Rp 15.108 per Kg

Kontrak Mei 2026 tercatat naik RM14 menjadi RM4.266 per ton. Sementara itu, kontrak Juni 2026 meningkat RM16 ke RM4.248 per ton, dan kontrak Juli 2026 menguat RM12 ke posisi RM4.223 per ton.

Dari sisi aktivitas, volume transaksi tercatat turun signifikan menjadi 73.426 lot dibandingkan 120.825 lot pada sesi sebelumnya. Open interest juga melemah menjadi 216.758 kontrak dari 218.306 kontrak, mencerminkan sebagian pelaku pasar mulai mengurangi posisi terbuka.

Di pasar fisik, harga CPO untuk pengiriman Februari di wilayah Selatan Malaysia tercatat naik RM10 menjadi RM4.210 per ton. Kenaikan ini menunjukkan bahwa permintaan fisik masih relatif terjaga, meskipun sentimen kehati-hatian mulai menguat di kalangan pelaku pasar.

Secara keseluruhan, pergerakan CPO masih mendapat dukungan dari pasar minyak nabati global dan energi, namun arah selanjutnya diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh fluktuasi mata uang, pergerakan minyak kedelai, serta perkembangan harga minyak mentah dunia. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP