Gerakan Guyur Pasokan digelar selama 30 hari untuk menahan lonjakan harga cabai rawit merah tanpa merugikan petani. Foto: Istimewa
AGRICOM, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) bersama para champion cabai nasional menggelar Gerakan Aksi Guyur Pasokan Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) sebagai langkah cepat meredam lonjakan harga, khususnya cabai rawit merah.
Intervensi ini dilakukan menyusul kenaikan harga yang dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang periode konsumsi tinggi. Di saat bersamaan, beberapa sentra produksi mengalami jeda panen akibat faktor cuaca dan hari libur, sehingga pasokan sempat tertekan.
BACA JUGA: Gula Aren Organik Pacitan Tembus Eropa dan Australia, Nilai Jual Petani Meningkat
Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Muhammad Taufiq Ratule, menegaskan bahwa secara nasional ketersediaan cabai rawit merah dalam kondisi aman. Produksi di berbagai daerah tetap berjalan dan mampu memenuhi kebutuhan pasar.
“Kenaikan harga lebih dipengaruhi momentum lonjakan permintaan. Karena itu, kita tambah pasokan ke PIKJ agar harga kembali dalam batas kewajaran tanpa menekan harga di tingkat petani,” ujarnya, dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).
Gerakan ini direncanakan berlangsung hingga 30 hari ke depan atau sampai harga benar-benar stabil.
BACA JUGA: Ekspor Kakao Capai US$2,65 Miliar, Pemerintah Percepat Hilirisasi dan Peremajaan Kebun Rakyat
Distribusi Dikawal Lintas Lembaga
Langkah stabilisasi dilakukan Kementan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bareskrim Polri, serta dinas pangan daerah. Pasokan tambahan dipasok dari sentra produksi yang saat ini memasuki masa panen optimal.
Kebijakan ini berbasis neraca produksi nasional agar intervensi dilakukan secara terukur, menjaga keseimbangan antara suplai dan permintaan.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Agung Sunusi, menegaskan bahwa stabilisasi harga harus memperhatikan kepentingan seluruh pihak.
“Pemerintah tidak hanya ingin harga turun di konsumen, tetapi juga memastikan petani tetap mendapatkan margin yang adil. Stabilitas harus menguntungkan kedua sisi,” katanya.
BACA JUGA: Produksi Gula 2,67 Juta Ton pada 2025, Pemerintah Percepat Target Swasembada 2027
Dukungan Champion Cabai
Langkah pemerintah mendapat dukungan dari Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI). Ketua ACCI, Ardhy, memastikan para champion cabai di berbagai daerah siap mengalirkan hasil panen ke PIKJ.
“Kami siap memasok. Produksi berjalan dan stok tersedia. Komitmen kami menjaga harga tetap dalam koridor kewajaran,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya stabilitas harga pangan, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
“Targetnya jelas: petani untung, konsumen tersenyum,” ujarnya.
Sebagai barometer harga hortikultura nasional, PIKJ memegang peran penting dalam pembentukan harga di pasar-pasar turunan wilayah Jabodetabek. Dengan tambahan pasokan yang terjadwal dan distribusi yang dikawal ketat, tekanan harga akibat lonjakan permintaan diharapkan segera mereda.
Kementan memastikan pemantauan harga dan arus distribusi dilakukan setiap hari. Koordinasi lintas daerah juga diperkuat agar stabilitas cabai rawit merah tetap terjaga, sekaligus melindungi kepentingan petani dan masyarakat luas. (A3)