Dok. Agricom/ Harga CPO Bursa Malaysia kembali menguat pada Jumat (22/5/2026) didorong aksi bargain buying, sementara harga penawaran CPO KPBN tercatat naik tipis meski masih mengalami withdraw.
AGRICOM, JAKARTA – Perdagangan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives kembali bergerak menguat pada perdagangan Jumat (22/5/2026). Penguatan terjadi setelah aksi bargain buying menyusul tekanan pasar yang cukup tajam awal pekan ini menyusul pengumuman sistem baru pengawasan ekspor sawit Indonesia.
Dilansir dari Reuters, kontrak acuan CPO untuk pengiriman Agustus 2026 naik RM40 per ton atau sekitar 0,9% menjadi RM4.498 per ton pada sesi jeda siang perdagangan.
BACA JUGA:
- Harga CPO Malaysia Melemah Dua Hari Beruntun
- Harga CPO KPBN Jumat (22/5) WD Lagi, Bursa Malaysia Rebound
Kenaikan tersebut membuka peluang pasar CPO mencatat penguatan mingguan pertama setelah mengalami pelemahan selama tiga pekan berturut-turut. Hingga Jumat siang, harga CPO tercatat menguat sekitar 1,76% secara mingguan.
Di pasar domestik, harga CPO di KPBN Inacom masih mengalami withdraw (WD). Meski demikian, harga penawaran tertinggi naik menjadi Rp12.377/kg pada Jumat, atau meningkat Rp92/kg dibandingkan perdagangan Kamis (21/5/2026) yang berada di level Rp12.285/kg.
Sementara itu, pergerakan minyak nabati pesaing menunjukkan tren yang bervariasi. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian China turun sekitar 0,85%, sedangkan kontrak minyak sawit Dalian melemah 1,65%.
Berbeda dengan pasar China, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade justru menguat sekitar 0,35%, mencerminkan sentimen yang masih campuran di pasar minyak nabati global. (A3)