Kementan Pacu Hilirisasi Kakao dari Hulu, Benih Unggul dan Regenerasi Pekebun Jadi Prioritas

Kementan Pacu Hilirisasi Kakao dari Hulu, Benih Unggul dan Regenerasi Pekebun Jadi Prioritas
Agricom.id

29 January 2026 , 14:25 WIB

Kementerian Pertanian mempercepat penguatan sektor hulu kakao melalui program benih unggul dan regenerasi pekebun di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Foto: Istimewa

 

AGRICOM, Polewali Mandar (21/6) — Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat agenda hilirisasi perkebunan kakao dengan menempatkan penguatan sektor hulu sebagai fondasi utama. Fokus diarahkan pada penyediaan benih unggul berkelanjutan serta regenerasi pekebun, guna meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan kesejahteraan petani kakao nasional.

Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui program produksi dan penyediaan benih kakao unggul yang dilaksanakan di Desa Duampanua, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Program ini melibatkan produsen benih terpilih, pekebun, kelompok tani, serta masyarakat setempat sebagai bagian dari penguatan ekosistem perkebunan kakao dari hulu.

BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Meningkat, Kementan Perkuat Strategi Tanam Cerdas untuk Amankan Produksi Padi

Di Polewali Mandar, kegiatan produksi benih mencakup areal seluas 5.250 hektare dengan target produksi mencapai 5,25 juta benih kakao unggul. Benih tersebut akan disalurkan kepada petani penerima manfaat untuk mendorong peningkatan produktivitas, mutu hasil, dan daya saing kakao Indonesia di pasar domestik maupun global.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa hilirisasi tidak akan berjalan optimal tanpa fondasi hulu yang kuat. Menurutnya, benih unggul merupakan kunci dalam menciptakan perkebunan kakao yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.

“Hilirisasi perkebunan adalah instrumen penting untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan pekebun. Namun, semuanya harus dimulai dari hulu. Benih unggul menjadi fondasi agar produktivitas meningkat dan komoditas kita mampu bersaing di pasar nasional maupun global,” ujar Mentan Amran, dikutip Agricom.id dari laman Kementan, Rabu (28/1).

BACA JUGA: Cirebon Siap Jadi Hub Pemasaran Kopi Gunung Ciremai

Tidak hanya berorientasi pada produksi, program ini juga dirancang untuk mendorong masuknya generasi muda ke sektor perkebunan kakao. Regenerasi pekebun menjadi salah satu agenda utama Kementan, seiring upaya membangun perkebunan modern berbasis inovasi, teknologi, dan kewirausahaan.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Abdul Roni Angkat, menambahkan bahwa percepatan penyediaan benih unggul merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat struktur dasar pembangunan perkebunan nasional.

“Benih unggul yang tepat mutu dan tepat waktu adalah faktor penentu dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan pekebun. Ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing kakao Indonesia dari hulu hingga hilir,” tegas Abdul Roni.

Melalui penguatan benih, peningkatan kapasitas pekebun, serta dorongan regenerasi, Kementan berharap hilirisasi kakao tidak hanya menciptakan industri bernilai tambah, tetapi juga membangun sektor perkebunan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP