AGRICOM, JAKARTA — Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia kembali melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Kamis (29/1/2026). Kenaikan ini menandai reli harga selama empat hari berturut-turut, didorong menguatnya harga komoditas global serta pergerakan positif minyak mentah dunia.
Mengutip laporan Bernama, penguatan tersebut membawa harga CPO ke posisi tertinggi dalam tiga bulan terakhir, mencerminkan sentimen pasar yang masih solid di tengah dinamika pasar minyak nabati global.
Kontrak acuan CPO untuk pengiriman April 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange tercatat naik RM35 per ton atau sekitar 0,82 persen, menjadi RM4.307 per ton pada jeda perdagangan tengah hari. Sepanjang sesi pagi, harga sempat menyentuh level RM4.315 per ton, yang merupakan posisi tertinggi sejak 28 Oktober 2025.
BACA JUGA:
- Harga CPO Malaysia Naik, Reli Minyak Kedelai dan Minyak Mentah Jadi Penopang
- Harga CPO KPBN Inacom Kamis (29/1) naik Menjadi Rp 15.375 Per Kg
Penguatan harga CPO juga sejalan dengan pergerakan positif minyak nabati pesaing di pasar global. Di Tiongkok, harga kontrak minyak kedelai (soyoil) paling aktif di Bursa Dalian tercatat naik 0,77 persen, sementara kontrak minyak sawit di bursa yang sama menguat lebih tinggi, yakni 1,17 persen.
Sementara itu, di Amerika Serikat, harga soyoil di Chicago Board of Trade (CBOT) juga menunjukkan tren kenaikan dengan penguatan sekitar 0,66 persen. Kenaikan serempak minyak nabati utama ini memperkuat daya tarik CPO di pasar global, terutama sebagai alternatif minyak nabati dengan harga yang relatif kompetitif.
Pelaku pasar menilai, reli harga CPO saat ini didukung kombinasi faktor eksternal, mulai dari menguatnya harga energi, ekspektasi permintaan global, hingga kekhawatiran terhadap pasokan di tengah kondisi cuaca dan kebijakan perdagangan di sejumlah negara produsen.
Ke depan, pergerakan harga CPO diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi oleh dinamika harga minyak mentah, perkembangan permintaan dari negara importir utama, serta pergerakan harga minyak nabati pesaing di pasar internasional. (A3)