Tren Positif Berlanjut, Harga Karet SGX Sicom Sentuh Rp 32.661 per Kg Pada Senin (23/2)


AGRICOM, PALEMBANG – Harga karet alam di bursa internasional masih menunjukkan tren positif pada awal pekan, Senin, 23 Februari 2026. Berdasarkan data perdagangan di Singapore Exchange (SGX) – Sicom, pada , harga karet tercatat sebesar 194,4 US Cent per kilogram atau setara Rp 32.661 per kilogram.

Dengan kurs Rp 16.801 per dolar AS, harga karet mengalami kenaikan sebesar Rp 210 per kilogram dibandingkan perdagangan Jumat, 20 Februari 2026, yang berada di level Rp 32.451 per kilogram. 

BACA JUGA: 

- Harga Karet SGX–SICOM Jumat (20/2) Naik Lagi, Tembus Rp32.451/Kg

- Harga TBS Sawit  Sumsel Periode 16–28 Februari 2026 Naik Tipis Menjadi Rp 3.586,81/kg

Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Karet Indonesia Sumatera Selatan (Apkarindo Sumsel), Rudi Arpian,  kenaikan ini mempertegas momentum positif yang masih terjaga setelah penutupan pekan lalu yang stabil.

“Pembebasan tarif ekspor ke Amerika Serikat sebesar 0 persen bisa menjadi peluang besar bagi ekspor karet Sumsel. Indonesia dan AS telah mencapai kesepakatan untuk menurunkan tarif hingga nol persen pada sejumlah produk, termasuk karet, yang merupakan salah satu komoditas utama Sumsel,” kata Rudi, dikutip Agricom.id, Senin (23/2/2026).

BACA JUGA: Komitmen Dagang RI–AS Tembus USD 38,4 Miliar, Sektor Agro dan Industri Manufaktur Jadi Motor Utama

Lebih lanjut Rudi menjelaskan, dengan tarif 0 persen, produk karet Sumsel akan lebih kompetitif di pasar AS, sehingga dapat meningkatkan volume ekspor dan pendapatan bagi para petani dan eksportir karet. Selain itu, kesepakatan ini juga dapat meningkatkan daya saing produk karet Indonesia di pasar global, karena tarif 0 persen membuat produk karet Indonesia lebih murah dibandingkan dengan produk dari negara lain.

Namun, perlu diingat bahwa ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, seperti kualitas produk, kemampuan produksi, dan persaingan dengan produk karet dari negara lain. Oleh karena itu, para petani dan eksportir karet Sumsel perlu meningkatkan kualitas produk dan kemampuan produksi untuk memanfaatkan peluang ini.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 18–24 Februari Naik Menjadi Rp 3.565,77/kg

Dalam jangka pendek, pembebasan tarif ekspor ke AS dapat meningkatkan pendapatan bagi para petani dan eksportir karet Sumsel. Namun, dalam jangka panjang, perlu ada upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk karet, seperti pengolahan karet menjadi produk jadi, untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Berikut rincian harga karet di SGX Sicom berdasarkan kadar karet kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC), harga ini belum dipotong biaya produksi:

- KKK 100%: Rp 32.661/kg

- KKK 70%: Rp 22.863/kg

- KKK 60%: Rp 19.597/kg

- KKK 50%: Rp 16.331/kg

- KKK 40%: Rp 13.064/kg

- KKK 30%: Rp 9.798/kg

Sebagai informasi, SGX SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global.

Harga karet di Sicom SGX ini bisa menjadi acuan petani karet, selain harga patokan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat yang bisa jadi berbeda di setiap daerah. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP