Pengawasan di lima daerah menunjukkan pasokan daging sapi, ayam, dan telur dalam kondisi cukup, dengan harga mayoritas masih sesuai HAP. Foto: Kementan
AGRICOM, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah daerah selama Ramadan guna memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga daging sapi, daging ayam, serta telur ayam ras tetap terjaga hingga Idulfitri.
Pemantauan dilakukan di Depok, Bandung, Yogyakarta, Bogor, dan Bekasi. Secara umum, hasil pengawasan menunjukkan pasokan di tingkat peternak maupun rumah potong hewan (RPH) dalam kondisi aman, sehingga harga di pasar relatif stabil dan mayoritas masih berada dalam koridor Harga Acuan Penjualan (HAP).
Di Depok, sidak pada 22 Februari 2026 di Pasar Depok Jaya dan Pasar Kemiri Muka mencatat harga telur Rp31.000–Rp32.000/kg, daging ayam Rp37.000–Rp40.000/kg, dan daging sapi sekitar Rp140.000/kg. Pasokan ayam terpantau cukup di tingkat pedagang, dengan distribusi terus diperkuat untuk menjaga stabilitas harga.
BACA JUGA: Harga Karet SGX–Sicom Rabu (25/2) Naik Tajam, Tembus Rp 33.408 Per Kg
Direktur Pakan Kementan, Tri Melasari, menegaskan harga daging ayam masih dalam batas normal, berkisar Rp37.000–Rp40.000 per ekor. Hal ini menunjukkan pasokan terjaga dan distribusi berjalan baik.
Di Bandung, pemantauan pada 20–21 Februari 2026 dilakukan di RPH Kabupaten Bandung dan Pasar Kiaracondong. RPH MBC memotong rata-rata 15 ekor sapi per hari dengan stok siap potong mencukupi. Harga karkas di RPH berada di kisaran Rp105.000–Rp107.000/kg, masih sesuai HAP.
Di tingkat pedagang, harga daging sapi berkisar Rp130.000–Rp140.000/kg, sementara bagian has mencapai Rp150.000/kg atau sekitar 7 persen di atas HAP. Struktur harga menunjukkan selisih terjadi di tingkat hilir.
BACA JUGA:
- Kementan Tambah Pasokan 1,7 Ton Cabai Rawit Merah ke Kramat Jati, Harga Ditargetkan Terkendali
- Harga CPO KPBN Inacom Selasa (24/2) Naik Tipis Jadi Rp 14.185 Per Kg
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Tri Melasari, menegaskan kenaikan harga tidak berasal dari hulu. Harga karkas di RPH masih sesuai acuan, sehingga dinamika harga di pasar lebih dipengaruhi margin pedagang dan distribusi.
“Harga daging ayam rata-rata masih berada di kisaran Rp37.000-Rp40.000 per ekor. Ini menunjukkan pasokan dan harga tetap terjaga,” ujarnya, dikutip Agricom.id dari laman resmi Kementan, Kamis (26/2/2026).
Di Yogyakarta, sidak di Pasar Beringharjo, Kranggan, Terban, dan Colombo mencatat harga daging sapi Rp125.000–Rp135.000/kg. Harga karkas di RPH Giwangan dan RPH Segoroyoso Bantul berada di kisaran Rp95.000–Rp100.000/kg. Daging ayam dijual Rp38.000–Rp40.000/kg dan telur Rp30.000–Rp31.000/kg, masih dalam rentang normal.
BACA JUGA: Harga Karet SGX–Sicom Selasa (24/2) Turun Tipis Menjadi Rp 32.615/Kg
Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH, Hendra Wibawa, memastikan pasokan aman dan harga terkendali. Pemantauan dilakukan secara ketat untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama Ramadan.
Di Kabupaten Bogor, harga daging sapi Rp130.000/kg sesuai HAP. Daging ayam Rp43.000–Rp45.000/kg atau sedikit di atas HAP seiring peningkatan konsumsi, sedangkan telur Rp31.000/kg. Distribusi lintas daerah terpantau lancar.
Sekretaris Ditjen PKH, Nuryani Zainuddin, menegaskan pengawasan berkelanjutan dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.
Sementara di Bekasi, harga daging sapi Rp130.000–Rp140.000/kg, daging ayam Rp36.000–Rp40.000/kg, dan telur Rp32.000–Rp33.000/kg. Pasokan sapi antara lain berasal dari RPH Teluk Pucung dan Perumda Dharma Jaya.
Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementan, I Ketut Wirata, menegaskan pengawasan dilakukan dari hulu hingga hilir, mencakup RPH, distribusi, hingga pasar rakyat.
Sebelumnya, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi praktik permainan harga. Ia memastikan koordinasi lintas instansi diperkuat, dan langkah tegas akan diambil jika ditemukan kenaikan harga yang tidak wajar.
Kementan menilai kinerja subsektor peternakan yang terjaga, baik pada sapi potong, ayam ras pedaging, maupun telur ayam ras, menjadi fondasi utama stabilitas pasokan selama Ramadan. Koordinasi dengan pemerintah daerah, asosiasi peternak, pelaku usaha, dan aparat penegak hukum terus diperkuat guna mencegah gangguan distribusi.
Kementan juga mengimbau pelaku usaha dan pedagang untuk mematuhi harga acuan pemerintah serta mengajak masyarakat melaporkan apabila menemukan harga yang melebihi ketentuan. Stabilitas pasokan dan harga, ditegaskan, hanya dapat terjaga melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan hingga Idulfitri. (A3)