Penguatan harga CPO di KPBN dan Bursa Malaysia didorong oleh kenaikan harga minyak nabati global, ekspor yang solid, serta prospek kebijakan yang mendukung pasar. Foto: Agricom
AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) yang dipasarkan melalui PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom tercatat menguat pada Kamis (26/3/2026). Harga CPO ditetapkan sebesar Rp15.615/kg, naik Rp242/kg atau sekitar 1,57% dibandingkan penawaran tertinggi pada Rabu (25/3/2026) yang berada di level Rp15.373/kg.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Agricom.id dari KPBN, harga CPO di sejumlah titik penyerahan (franco) juga menunjukkan tren kenaikan. Harga CPO franco Dumai ditetapkan Rp15.615/kg, disusul Teluk Bayur Rp15.485/kg, dan Talang Duku sebesar Rp15.415/kg.
BACA JUGA:
- Harga CPO Global Melemah, Tender KPBN Kompak Withdraw Pada Rabu (25/3)
- Harga CPO Bursa Malaysia Melemah, Tertekan Minyak Kedelai Global
Sejalan dengan pergerakan domestik, harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives juga mengalami penguatan setelah sempat melemah dalam dua sesi sebelumnya. Dilansir dari Reuters, penguatan ini dipicu oleh naiknya harga minyak kedelai global dan minyak mentah, serta kinerja ekspor yang tetap solid.
Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Juni 2026 di Bursa Malaysia tercatat naik RM74 per ton atau sekitar 1,65% menjadi RM4.570 per ton pada jeda perdagangan siang.
Data dari surveyor kargo menunjukkan bahwa ekspor minyak sawit Malaysia pada periode 1–25 Maret meningkat tajam, berkisar antara 38,4% hingga 50,6% dibandingkan periode sebelumnya. Lonjakan ini memberikan dukungan kuat terhadap harga di pasar internasional.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Turun Menjadi Rp3.834,74/kg Di Periode Akhir Maret 2026
Selain itu, rencana kenaikan pajak ekspor minyak sawit Indonesia pada April turut menjadi katalis positif, karena berpotensi menahan pasokan global dan menjaga keseimbangan pasar.
Dari sisi energi, selisih harga minyak sawit terhadap gasoil yang kembali melebar juga meningkatkan daya saing CPO sebagai bahan baku biodiesel, sehingga memperkuat permintaan.
Pergerakan di pasar minyak nabati lainnya turut menunjukkan tren positif. Di Bursa Dalian, harga kontrak soyoil naik 0,77% dan kontrak minyak sawit menguat 0,63%. Sementara itu, di Chicago Board of Trade, harga soyoil tercatat naik 0,36%.
Secara keseluruhan, kombinasi faktor global dan domestik tersebut mendorong sentimen positif di pasar CPO, membuka peluang berlanjutnya penguatan harga dalam jangka pendek meski volatilitas masih tetap tinggi. (A3)