AGRICOM, JAKARTA – Pemerintah memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan kebutuhan pokok (bapok) tetap terjaga sepekan setelah Idulfitri. Hal ini ditegaskan saat Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melakukan peninjauan langsung ke Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (28/3).
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Perdagangan menyampaikan bahwa secara umum pasokan bapok seperti beras, minyak goreng, cabai, dan komoditas lainnya berada dalam kondisi aman.
“Berdasarkan pantauan kami ke teman-teman pedagang hari ini, pasokan bapok kita seperti beras, minyak, cabai, dan lain-lain cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi membeli stok berlebihan karena ketersediaan bapok saat ini aman,” kata Mendag Busan, dikutip Agricom.id dari laman resmi Kemendag, Minggu (29/3).
BACA JUGA:
- Harga Karet SGX-Sicom naik lagi Pada Jumat (27/3/2026), Tertinggi Rp33.266/Kg
- Harga CPO KPBN Jumat (27/3) Naik Tipis, Bursa Malaysia Bergerak Terbatas di Tengah Tekanan Global
Menurutnya, pemantauan harga dan stok dilakukan secara rutin, termasuk selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Ramadan dan Idulfitri. Kementerian Perdagangan juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) guna memastikan distribusi berjalan lancar dan harga tetap terkendali.
“Kami tidak hanya memantau ke pasar langsung, tetapi juga berkoordinasi dengan teman-teman di daerah melalui kontributor untuk memantau harga di seluruh wilayah Indonesia melalui SP2KP. Ada sekitar 550 titik pasar yang dipantau dari 514 kabupaten dan kota. Jadi, perkembangan harga harian bisa dicek di SP2KP,” jelas Mendag Busan.
Selain itu, Kemendag berkoordinasi dengan Perum Bulog dan ID FOOD untuk memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga bapok seperti beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), gula pasir, dan MINYAKITA. “Minimal 35 persen distribusi MINYAKITA diserahkan ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan seperti ID Food dan Bulog. Saat ini, distribusinya sudah lebih dari 35 persen,” ungkap Mendag Busan.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode Akhir Maret 2026 Menguat, Tertinggi Rp3.842,69/kg
Sementara itu, Menko Zulhas turut menyampaikan kondisi bapok di Pasar Minggu dalam keadaan cukup dan harga terkendali. “Persediaan banyak. Beras banyak, ayam stoknya banyak, telur banyak, sayur-sayuran banyak. Secara umum persediaan dan harga-harga terkendali,” kata Menko Zulhas.
Hasil pantauan menunjukkan adanya penurunan harga komoditas bapok dibandingkan periode Ramadan dan Idulfitri tahun lalu. Bawang merah tercatat turun sekitar 8–10 persen, cabai turun 3–20 persen, dan bawang putih turun hingga 16 persen. Bahkan, sejumlah komoditas di Pasar Minggu dijual di bawah Harga Acuan (HA) dan Harga Eceran Tertinggi (HET), seperti beras medium Rp13.000/kg, beras premium Rp14.800/kg, cabai merah keriting Rp50.000/kg, dan cabai merah besar Rp50.000/kg. Secara nasional, harga bapok cenderung mengalami penurunan dibandingkan periode Ramadan dan Idulfitri 2025.
Khusus MINYAKITA, juga terjadi penurunan harga dibandingkan periode Ramadan dan Idulfitri tahun lalu sebanyak 7,5 persen. Pada periode tahun lalu, harga MINYAKITA mencapai Rp17.200/liter, sedangkan pada tahun ini harga dapat terjaga di Rp15.700/liter.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Maret 2026 Naik 2,22%, Bea Keluar Ditetapkan USD 124/MT
Kemudian, harga beras SPHP terpantau Rp12.500/kg, minyak goreng curah Rp22.000/liter, minyak goreng kemasan premium Rp15.000/liter, tepung terigu Rp12.000/kg, dan daging sapi Rp140.000/kg. Selain itu, harga gula pasir kemasan Rp19.000/kg, daging ayam ras Rp45.000/kg, telur ayam ras Rp32.000/kg, bawang merah Rp50.000/kg, cabai rawit merah Rp100.000/kg, dan bawang putih honan Rp40.000/kg.
Rano, pedagang beras di Pasar Minggu menyatakan, pasokan beras cukup dan harga beras pasca-Lebaran mulai berangsur turun. “Pasca-Lebaran, dengan adanya panen, harga mulai turun. Pasokan saat ini aman, saya juga terbantu dengan adanya SPHP, jadi (pembeli) ada pilihan kalau harga sedang naik. Harapannya, pasokan bisa terus ada dan harga stabil terus,” tutur Rano.
Sementara itu, Selamet, pedagang telur di Pasar Minggu mengaku pasokan di tokonya terus tercukupi dan harga tetap stabil pasca-Lebaran. “Setelah Lebaran, belum semua pedagang berjualan, tetapi permintaan banyak, tidak menurun. Pasokan kami tercukupi sesuai dengan yang kami butuhkan (untuk berjualan),” ujar Selamet.
Selain itu, Fatimah, pedagang sayur di Pasar Minggu mengaku harga dan permintaan terhadap sayur stabil. “Pasca-Lebaran ini, harga normal, seperti biasa, tidak tinggi. Untuk permintaan juga biasa saja. Mudah-mudahan kalau bisa, harga tetap standar saja, tidak usah naik--turun. Saya juga berharap omzet bisa semakin meningkat,” tutur Fatimah.
Turut mendampingi Mendag Busan, yakni Sekretaris Jenderal Kemendag Isy Karim dan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan. (A3)