AGRICOM, JAKARTA – Harga karet di pasar global yang tercermin dari perdagangan SGX–Sicom menunjukkan penguatan pada awal pekan. Pada Senin (30 Maret 2026), harga karet tercatat sebesar US Cent 200,3/kg atau setara Rp33.795/kg dengan kurs Rp16.872 per dolar AS.
Harga ini menandai kenaikan signifikan sebesar Rp529/kg dibandingkan perdagangan sebelumnya pada Jumat (27 Maret 2026) yang berada di level Rp33.266/kg. Penguatan ini mempertegas tren positif yang mulai terbentuk di pasar karet internasional.
BACA JUGA: Harga Karet SGX-Sicom naik lagi Pada Jumat (27/3/2026), Tertinggi Rp33.266/Kg
Menurut Rudi Arpian Sekretaris DPW Apkarindo Sumsel, lonjakan ini memperkuat sinyal bahwa pasar mulai bergerak keluar dari fase konsolidasi menuju arah pemulihan yang lebih jelas.
“Pergerakan yang lebih tegas di awal pekan menunjukkan kepercayaan pasar mulai meningkat. Momentum penguatan ini menjadi indikasi bahwa tren pemulihan kian menguat, meski dinamika harian tetap perlu dicermati,” kata Rudi dalam keterangan yang diterima Agricom.id, Senin (30/3).
Berdasarkan perhitungan kadar Karet Kering (KKK), harga karet menunjukkan variasi yang signifikan. Untuk KKK 100%, harga tercatat Rp33.795/kg. Sementara itu, pada KKK 70% berada di kisaran Rp23.657/kg, KKK 60% sebesar Rp20.277/kg, dan KKK 50% mencapai Rp16.898/kg.
BACA JUGA: Indonesia Siap Perjuangkan dan Dorong Reformasi WTO dan Perdagangan Adil di KTM ke-14 Kamerun
Adapun untuk kualitas yang lebih rendah, harga pada KKK 40% tercatat Rp13.518/kg dan KKK 30% sebesar Rp10.139/kg. Perbedaan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar karet kering, semakin tinggi pula nilai jual yang dapat diperoleh petani.
Dengan tren harga yang menguat, petani diharapkan tetap menjaga kualitas bokar, mulai dari penggunaan koagulan yang tepat hingga memastikan bahan olah bebas dari kotoran dan kontaminasi. Konsistensi dalam menjaga mutu menjadi kunci agar kenaikan harga global dapat diterjemahkan menjadi peningkatan pendapatan di tingkat petani.
Sebagai informasi, SGX SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global.
Harga karet di Sicom SGX ini bisa menjadi acuan petani karet, selain harga patokan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat yang bisa jadi berbeda di setiap daerah. (A3)