Kenaikan harga CPO domestik dan global berlanjut, didorong implementasi biodiesel B50 Indonesia serta penguatan harga minyak nabati dan energi dunia. Foto: Agricom
AGRICOM, JAKARTA — Harga minyak sawit mentah (CPO) di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) pada Rabu (1/4/2026) ditetapkan sebesar Rp16.225/kg, meningkat Rp175/kg atau sekitar 1,09% dibandingkan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp16.050/kg.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Agricom.id dari KPBN, harga CPO Franco Dumai juga berada di level Rp16.225/kg. Sementara itu, harga palm kernel Loco Tanjung Lebar tercatat withdraw (WD), dengan penawaran tertinggi mencapai Rp14.580/kg.
BACA JUGA:
- Harga CPO KPBN Selasa (31/3) Tembus Rp16.050/Kg, Bursa Malaysia Terkoreksi Setelah Reli Tiga Hari
- Harga Referensi CPO April 2026 Naik ke USD 989,63/MT, Ini Dampaknya ke Bea Keluar
Di pasar global, harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives melanjutkan tren penguatan untuk hari kelima berturut-turut. Kenaikan ini didorong oleh sentimen positif terhadap kebijakan energi Indonesia, khususnya implementasi program biodiesel B50, serta penguatan harga minyak mentah dunia.
Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Juni 2026 di Bursa Malaysia tercatat naik RM33 per ton atau sekitar 0,68% menjadi RM4.861 per ton pada sesi jeda siang.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Turun, Namun Catat Kenaikan Bulanan Tertinggi dalam Empat Tahun
Penguatan harga ini mencerminkan optimisme pasar terhadap peningkatan mandatori pencampuran biodiesel berbasis sawit menjadi 50% mulai 1 Juli 2026, naik dari sebelumnya 40%. Kebijakan ini diproyeksikan akan meningkatkan permintaan domestik terhadap CPO.
Selain itu, kinerja ekspor minyak sawit Malaysia yang menguat sepanjang Maret turut memberikan dukungan pada harga. Faktor lain seperti pelemahan nilai tukar ringgit dan kenaikan harga minyak nabati di pasar China juga memperkuat sentimen positif di pasar global.
Secara keseluruhan, kombinasi kebijakan domestik dan dinamika pasar internasional terus mendorong tren penguatan harga CPO, baik di dalam negeri maupun di pasar global. (A3)