Penguatan harga CPO berlanjut di pasar global dan domestik, didorong implementasi B50 Indonesia, lonjakan ekspor Malaysia, serta dinamika pasar minyak nabati dunia. Foto: Agricom
AGRICOM, JAKARTA — Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives kembali melanjutkan tren penguatan untuk hari kelima berturut-turut pada Rabu (1/4/2026). Kenaikan ini didorong oleh sentimen positif dari implementasi program biodiesel B50 di Indonesia serta penguatan harga minyak mentah global.
Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Juni 2026 tercatat naik sebesar RM33 per ton atau sekitar 0,68% menjadi RM4.861 per ton pada sesi jeda siang. Tren ini mencerminkan optimisme pasar terhadap kebijakan energi Indonesia yang akan meningkatkan mandatori pencampuran biodiesel berbasis sawit dari 40% menjadi 50% mulai 1 Juli 2026.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Turun, Namun Catat Kenaikan Bulanan Tertinggi dalam Empat Tahun
Selain faktor kebijakan, penguatan harga juga ditopang oleh kinerja ekspor minyak sawit Malaysia yang menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang Maret. Data dari lembaga survei kargo mencatat ekspor produk sawit Malaysia melonjak antara 44,3% hingga 56,7% secara bulanan.
Dukungan tambahan datang dari pelemahan nilai tukar ringgit yang meningkatkan daya saing ekspor, serta kenaikan harga minyak nabati di pasar China yang turut memperkuat sentimen pasar global.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Rabu (1/4) Naik Lagi ke Rp16.225/Kg, Didukung Sentimen B50 dan Tren Global
Sementara itu, di pasar domestik, harga CPO yang diperdagangkan melalui PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) juga mengalami kenaikan. Pada Rabu (1/4/2026), harga ditetapkan sebesar Rp16.225/kg, naik Rp175/kg atau sekitar 1,09% dibandingkan posisi sehari sebelumnya di level Rp16.050/kg.
Di pasar minyak nabati global lainnya, pergerakan harga cenderung bervariasi. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian tercatat naik tipis 0,16%, sementara kontrak minyak sawit di bursa yang sama justru melemah 0,1%. Adapun harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turun sekitar 0,55%.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO April 2026 Naik ke USD 989,63/MT, Ini Dampaknya ke Bea Keluar
Secara keseluruhan, kombinasi kebijakan domestik Indonesia, penguatan ekspor Malaysia, serta dinamika pasar minyak nabati global terus menjadi faktor utama yang mendorong tren positif harga CPO di pasar internasional. (A3)