Harga CPO KPBN Kamis (2/4) Turun Tipis, Bursa Malaysia Justru Menguat


AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) dalam tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) pada Kamis (2/4/2026) mengalami withdraw (WD), harga CPO dibuka Rp16.275/kg dengan penawaran tertinggi mencapai Rp16.135/kg. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar Rp90/kg atau sekitar 0,55% dibandingkan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp16.225/kg pada Rabu (1/4/2026).

Berdasarkan informasi yang diperoleh Agricom.id dari KPBN, harga CPO Franco Dumai sempat dibuka pada level Rp16.275/kg. Namun, proses tender tidak mencapai kesepakatan, sehingga berujung pada aksi withdraw dengan penawaran tertinggi berada di bawah harga pembukaan.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Rabu (1/4) Naik Lagi ke Rp16.225/Kg, Didukung Sentimen B50 dan Tren Global

Kondisi ini mencerminkan masih adanya kehati-hatian pelaku pasar domestik dalam merespons dinamika global, termasuk fluktuasi harga minyak nabati pesaing dan ketidakpastian arah permintaan.

Berbeda dengan pasar domestik, pergerakan CPO di pasar global justru menunjukkan tren penguatan. Perdagangan di Bursa Malaysia Derivatives ditutup naik pada Kamis (2/4/2026), setelah sebelumnya sempat mengalami tekanan.

BACA JUGA: Harga CPO Global Lanjut Menguat, Sentimen B50 dan Ekspor Malaysia Jadi Penopang

Dilansir dari Reuters, kontrak acuan CPO untuk pengiriman Juni 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange tercatat naik sebesar RM25 per ton atau sekitar 0,52% menjadi RM4.794 per ton pada penutupan perdagangan.

Penguatan ini didorong oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah yang turut memengaruhi sentimen pasar komoditas global. Selain itu, ekspektasi penurunan produksi sawit pada Maret juga menjadi faktor pendukung kenaikan harga.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO April 2026 Naik ke USD 989,63/MT, Ini Dampaknya ke Bea Keluar

Pelaku pasar saat ini cenderung bersikap wait and see menjelang rilis data resmi pasokan dan permintaan minyak sawit oleh Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang dijadwalkan pada 10 April 2026. Data tersebut dinilai akan menjadi katalis penting dalam menentukan arah pergerakan harga CPO ke depan.

Dengan adanya perbedaan arah antara pasar domestik dan global, pelaku industri diharapkan tetap mencermati faktor fundamental serta perkembangan eksternal yang dapat memengaruhi keseimbangan pasar dalam jangka pendek. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP