Ketua Komisi IV DPR RI: Ketahanan Pangan Butuh Kebijakan Terintegrasi dan Sinergi Kuat


AGRICOM, BOGOR – Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto menegaskan bahwa capaian sektor pangan nasional tidak terlepas dari peran kepemimpinan yang kuat, kebijakan yang tepat, serta sinergi lintas pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan yang mandiri.

Menurutnya, penguatan sektor pangan harus dilakukan secara terstruktur dan menyeluruh. “Upaya tersebut mencakup peningkatan produksi dalam negeri, modernisasi sistem pertanian, serta perbaikan tata kelola pupuk bersubsidi agar lebih tepat sasaran dan tepat waktu,” kata Titiek, , saat menghadiri seminar Ketahanan Pangan di Universitas Pertahanan, Bogor, pada Senin (2/4/2026).

BACA JUGA: Irigasi Jadi Prioritas, Pemerintah Kucurkan Rp12 Triliun untuk Pasokan Air Petani

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penguatan peran penyuluh pertanian, perlindungan harga bagi petani dan nelayan, serta pembenahan sistem distribusi logistik. Tak kalah penting, penguatan cadangan pangan nasional dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas pasokan.

Titiek menambahkan, integrasi kebijakan lintas sektor menjadi kunci agar sistem pangan nasional dapat berjalan efektif dari hulu hingga hilir. Komisi IV DPR RI, lanjutnya, terus mendorong penguatan regulasi berbasis kedaulatan pangan agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri dan bertanggung jawab.

BACA JUGA: Sumur Bor JIAT di Mojokerto Pangkas Biaya Petani hingga 80 Persen

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan peran strategis generasi muda, khususnya mahasiswa Universitas Pertahanan, dalam menjaga kedaulatan bangsa, termasuk di sektor pangan.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh mahasiswa saat ini dapat menjadi bekal dalam pengambilan keputusan di masa depan, terutama dalam merespons tantangan global yang semakin kompleks.

BACA JUGA: Panen Kuningan Perkuat Stok Beras di Tengah Ancaman El Nino

“Pangan bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga bagian dari strategi pertahanan bangsa,” tegasnya, dikutip Agricom.id dari laman Kementan, Sabtu (4/4). (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP