Pelemahan harga energi dan minyak nabati pesaing serta turunnya impor India menekan harga CPO baik di pasar domestik maupun global. Foto: Agricom
AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di pasar domestik kembali melemah. Penetapan harga oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) pada Selasa (14/4/2026) tercatat sebesar Rp15.325/kg, turun Rp310/kg atau sekitar 1,38% dibandingkan harga pada Senin (13/4/2026) yang mencapai Rp16.635/kg.
Berdasarkan informasi dari KPBN, harga CPO Franco Dumai ditetapkan Rp15.325/kg, sementara harga CPO FOB Talang Duku berada di level Rp15.125/kg. Penurunan ini mencerminkan tekanan yang juga terjadi di pasar global.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Senin (13/4) Menguat Tipis, Bursa Malaysia Ikut Terdorong Lonjakan Minyak Dunia
Di pasar internasional, perdagangan CPO di Bursa Malaysia Derivatives kembali mencatat pelemahan. Sentimen negatif berasal dari penurunan harga minyak mentah serta melemahnya harga minyak nabati pesaing.
Dilansir dari Reuters, kontrak berjangka CPO acuan untuk pengiriman Juni turun RM81 per ton atau 1,78% menjadi RM4.474 per metrik ton pada jeda perdagangan siang, Selasa (15 April 2026). Penurunan ini memperpanjang tren koreksi yang dipicu faktor eksternal.
BACA JUGA: Harga CPO Global Tertekan, Bursa Malaysia Turun 1,78 Persen
Dari sisi permintaan, pasar juga dibayangi pelemahan impor dari India. Negara tersebut dilaporkan mengurangi impor minyak sawit hampir 19% pada Maret dibandingkan bulan sebelumnya, sekaligus mencatat level terendah dalam tiga bulan terakhir. Kenaikan harga minyak tropis sebelumnya membuat pelaku industri cenderung menahan pembelian.
Sementara itu, pergerakan harga minyak nabati lain juga menunjukkan tren negatif. Di Dalian Commodity Exchange, kontrak minyak kedelai paling aktif turun 0,73%, sedangkan kontrak minyak sawit melemah 1,62%. Di Chicago Board of Trade, harga minyak kedelai turut terkoreksi sebesar 0,78%.
BACA JUGA: Sinergi Kampus dan Industri, Pabrik Kelapa Sawit Teknologi SPOT Mulai Dibangun di Yogyakarta
Tekanan tambahan datang dari pasar energi. Harga Brent crude oil dilaporkan turun 0,99% menjadi US$98,38 per barel. Penurunan ini mengurangi daya tarik minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel, sehingga berdampak pada melemahnya permintaan.
Kombinasi tekanan dari pasar energi, kompetisi minyak nabati, serta penurunan permintaan global membuat harga CPO bergerak melemah baik di dalam negeri maupun di pasar internasional. Pelaku industri kini mencermati arah harga minyak mentah dan potensi pemulihan permintaan sebagai faktor kunci bagi pergerakan harga ke depan. (A3)