Harga CPO KPBN Rabu (15/4) WD Lagi, Bursa Malaysia Ditutup Menguat Tipis

Harga CPO KPBN Rabu (15/4) WD Lagi, Bursa Malaysia Ditutup Menguat Tipis
Agricom.id

16 April 2026 , 11:27 WIB

Harga CPO domestik mengalami penurunan tipis dengan status withdraw di KPBN, sementara pasar global menunjukkan penguatan terbatas di Bursa Malaysia. Foto: Agricom

 

AGRICOM, JAKARTA – Pergerakan harga minyak sawit mentah (CPO) domestik dan global menunjukkan arah yang berbeda pada Rabu (15/4/2026). Di dalam negeri, harga CPO melalui mekanisme tender di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara tercatat mengalami withdraw (WD), sementara di pasar global harga justru ditutup menguat tipis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Agricom.id, harga penawaran tertinggi CPO di KPBN mencapai Rp 15.222/kg, turun Rp 103/kg atau sekitar 0,67% dibandingkan perdagangan Selasa (14/4/2026) yang berada di level Rp 15.325/kg.

BACA JUGA: Harga CPO Global Tertekan, Bursa Malaysia Turun 1,78 Persen

Secara rinci, harga CPO Franco Dumai dibuka pada level Rp 15.350/kg, namun berakhir dengan status withdraw dengan penawaran tertinggi Rp 15.222/kg. Sementara itu, harga CPO FOB Talang Duku dibuka di level Rp 15.150/kg dan juga mengalami withdraw, dengan penawaran tertinggi sebesar Rp 15.022/kg.

Fenomena withdraw ini mencerminkan belum tercapainya kesepakatan harga antara penjual dan pembeli, di tengah kondisi pasar yang masih cenderung menunggu arah yang lebih jelas.

Di sisi lain, perdagangan CPO global di Bursa Malaysia Derivatives Exchange justru menunjukkan penguatan terbatas. Mengutip laporan Reuters, kontrak acuan CPO untuk pengiriman Juni 2026 ditutup naik RM8 per ton atau sekitar 0,18% menjadi RM4.474 per ton.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO April 2026 Naik ke USD 989,63/MT, Ini Dampaknya ke Bea Keluar

Penguatan ini terjadi setelah pada sesi sebelumnya harga sempat terkoreksi cukup dalam hingga 1,95%, seiring tekanan dari pelemahan harga minyak nabati global.

Namun demikian, sentimen pasar masih relatif tertahan. Kebijakan pemerintah Malaysia yang berencana meningkatkan mandatori biodiesel dari B12 ke B15 dinilai belum cukup kuat untuk mendorong optimisme pelaku pasar secara signifikan.

Dari pasar komoditas lainnya, pergerakan harga juga cenderung bervariasi. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian tercatat turun 0,41%, sementara kontrak minyak sawit di bursa yang sama melemah 0,65%. Sebaliknya, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade justru menguat sekitar 0,8%.

BACA JUGA: Harga Karet SGX–SICOM Rabu (15/4) Menguat Tipis, Pasar Mulai Stabil

Tekanan tambahan juga datang dari sisi fundamental, khususnya kinerja ekspor. Data dari lembaga surveyor kargo menunjukkan bahwa ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode 1–15 April diperkirakan turun cukup tajam, yakni berkisar antara 34,2% hingga 34,7% dibandingkan periode sebelumnya.

Dengan kombinasi tekanan eksternal dan lemahnya permintaan ekspor, pasar CPO saat ini masih bergerak dalam fase konsolidasi. Pelaku pasar cenderung mengambil posisi hati-hati sambil menunggu katalis baru yang mampu mendorong arah harga secara lebih kuat, baik dari sisi kebijakan energi maupun pemulihan permintaan global. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP