Harga CPO KPBN mengalami withdraw setelah penawaran melemah, sejalan dengan pasar global yang stagnan akibat turunnya ekspor dan lemahnya permintaan.. Foto: Agricom
AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) melalui PT Karisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) tercatat mengalami withdraw (WD) pada perdagangan Kamis (16/4/2026), seiring melemahnya harga penawaran di pasar.
Harga penawaran tertinggi CPO berada di level Rp 15.167 per kilogram, turun Rp 55 per kilogram atau sekitar 0,36% dibandingkan posisi Rabu (15/4/2026) yang mencapai Rp 15.222 per kilogram.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Agricom.id dari KPBN Inacom, harga CPO Franco Dumai dibuka pada level Rp 15.280 per kilogram sebelum akhirnya ditarik (withdraw) dengan penawaran tertinggi Rp 15.167 per kilogram. Sementara itu, harga CPO dengan skema FOB Talang Duku ditetapkan sebesar Rp 15.080 per kilogram.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Rabu (15/4) WD Lagi, Bursa Malaysia Ditutup Menguat Tipis
Di pasar global, pergerakan harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives cenderung stagnan pada hari yang sama. Kondisi ini dipengaruhi oleh lemahnya permintaan dari negara importir utama serta meningkatnya ekspektasi produksi global.
Mengacu laporan Reuters, harga kontrak berjangka CPO acuan untuk pengiriman Juli 2026 turun tipis sebesar RM2 per ton atau sekitar 0,04% menjadi RM4.495 per ton.
Tekanan juga datang dari sisi ekspor. Data survei kargo menunjukkan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode 1–15 April mengalami penurunan signifikan, yakni berkisar antara 34,2% hingga 34,7% dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini mencerminkan permintaan global yang masih lemah.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Menguat Tipis di Tengah Tekanan Ekspor
Di sisi lain, nilai tukar ringgit Malaysia tercatat melemah tipis sebesar 0,05% terhadap dolar AS pada hari tersebut. Meski demikian, secara mingguan mata uang tersebut masih menguat sekitar 0,20%, yang turut memengaruhi daya saing harga CPO di pasar internasional.
Sementara itu, sentimen positif datang dari pasar energi. Harga minyak mentah dunia menguat setelah sebelumnya sempat tertekan, dipicu ketidakpastian hasil pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi memengaruhi pasokan energi global.
Penguatan harga minyak mentah tersebut memberikan dukungan bagi CPO, mengingat komoditas ini merupakan salah satu bahan baku utama biodiesel, sehingga menjadi lebih kompetitif saat harga energi fosil meningkat.
BACA JUGA: Harga Karet SGX–SICOM Kamis (16/4) Naik Lagi, Sinyal Pasar Mulai Pulih
Di pasar minyak nabati lainnya, harga menunjukkan tren penguatan. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 0,57%, sementara kontrak minyak sawit menguat 0,32%. Adapun harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade tercatat naik sebesar 0,82%.
Secara keseluruhan, kombinasi tekanan permintaan, penurunan ekspor, serta dinamika pasar global membuat pergerakan harga CPO masih terbatas, dengan pelaku pasar menunggu arah yang lebih jelas dari sisi fundamental permintaan dan pasokan. (A3)