Harga CPO KPBN Senin (20/4) Naik Ke Rp15.195/kg, Didorong Lonjakan Minyak Dunia

Harga CPO KPBN Senin (20/4) Naik Ke Rp15.195/kg, Didorong Lonjakan Minyak Dunia
Agricom.id

21 April 2026 , 09:49 WIB

Kenaikan harga CPO di KPBN dan Bursa Malaysia didukung lonjakan harga minyak mentah serta penguatan pasar minyak nabati global. Foto: Agricom

 

AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar domestik dan global kompak menguat pada perdagangan Senin (20/4/2026), didorong oleh lonjakan harga minyak mentah dunia dan sentimen positif dari pasar minyak nabati.

Harga CPO yang ditetapkan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) tercatat sebesar Rp15.195/kg. Angka ini naik Rp95/kg atau sekitar 0,63% dibandingkan harga penawaran tertinggi pada Jumat (17/4/2026) yang mencapai Rp15.100/kg.

BACA JUGA: Harga CPO Tertekan: KPBN dan Bursa Malaysia Melemah di Tengah Lesunya Permintaan

Berdasarkan informasi pasar, harga CPO Franco Dumai ditetapkan Rp15.195/kg, sementara harga CPO FOB Talang Duku berada di level Rp14.995/kg.

Di pasar global, harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives juga melanjutkan penguatan. Mengutip Reuters, kontrak acuan CPO untuk pengiriman Juli 2026 naik RM34 per ton atau sekitar 0,76% menjadi RM4.484 per ton pada jeda perdagangan siang.

Penguatan ini tidak lepas dari sentimen positif di pasar minyak nabati global. Di Tiongkok, Bursa Dalian menunjukkan pemulihan setelah sebelumnya tertekan. Harga kontrak minyak kedelai paling aktif naik tipis 0,06%, sementara kontrak minyak sawitnya menguat 0,34%.

BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Menguat, Didukung Lonjakan Minyak Mentah dan Sentimen Positif Global

Sementara itu, di Chicago Board of Trade, harga minyak kedelai juga mencatatkan kenaikan sebesar 0,81%, turut memberikan dukungan terhadap harga CPO.

Dari sisi energi, lonjakan harga minyak mentah dunia menjadi katalis utama. Harga minyak tercatat melonjak lebih dari 5% pada hari yang sama, dipicu kekhawatiran pasar atas potensi runtuhnya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, menyusul insiden penyitaan kapal kargo Iran oleh pihak AS.

Ketegangan geopolitik tersebut turut mengganggu jalur distribusi energi global, khususnya di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur vital perdagangan minyak dunia.

BACA JUGA: Setelah Australia, India Minati Impor Pupuk Indonesia di Tengah Surplus Nasional

Kenaikan harga minyak mentah ini meningkatkan daya tarik CPO sebagai bahan baku biodiesel, sehingga mendorong permintaan dari sektor energi alternatif. Kondisi ini pada akhirnya memperkuat harga CPO baik di pasar internasional maupun domestik.

Dengan dukungan dari faktor energi dan penguatan minyak nabati pesaing, tren harga CPO dalam jangka pendek diperkirakan masih akan bertahan stabil hingga menguat, meskipun tetap dipengaruhi dinamika geopolitik global dan volatilitas pasar. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP