Penguatan harga CPO domestik sejalan dengan tren global yang terdorong kenaikan minyak nabati dan rencana peningkatan mandat biodiesel Indonesia. Foto: Agricom
AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) di dalam negeri kembali menunjukkan tren penguatan. Pada perdagangan Selasa (21/4/2026), harga CPO yang ditetapkan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) tercatat sebesar Rp15.250/kg, naik Rp55/kg atau sekitar 0,36% dibandingkan harga pada Senin (20/4/2026) yang berada di level Rp15.195/kg.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Agricom.id dari KPBN, harga CPO Franco Dumai ditetapkan sebesar Rp15.250/kg, sementara harga CPO FOB Talang Duku berada di level Rp15.050/kg. Kenaikan ini mencerminkan penguatan sentimen pasar, baik dari dalam negeri maupun global.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Senin (20/4) Naik Ke Rp15.195/kg, Didorong Lonjakan Minyak Dunia
Di pasar internasional, harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) juga melanjutkan penguatan untuk sesi kedua berturut-turut. Kenaikan ini didorong oleh menguatnya harga minyak nabati pesaing serta dukungan kebijakan biodiesel Indonesia, meski ekspektasi peningkatan produksi masih menjadi faktor pembatas.
Mengutip Reuters, kontrak acuan CPO untuk pengiriman Juli 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup naik RM63 per ton atau menguat 1,44% menjadi RM4.561 per ton metrik. Sepanjang perdagangan, harga sempat melonjak hingga 2,45%—menjadi level tertinggi dalam lebih dari sepekan—sebelum akhirnya memangkas sebagian kenaikan.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Naik Lagi, Terdorong Minyak Nabati dan Kebijakan B50 Indonesia
Penguatan harga juga didukung oleh pergerakan positif minyak nabati lainnya. Di Bursa Dalian, kontrak minyak kedelai paling aktif naik 1,90%, sementara kontrak minyak sawit melonjak 3,33%. Di sisi lain, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turut menguat sebesar 0,62%.
Secara umum, pergerakan harga CPO sangat dipengaruhi oleh dinamika minyak nabati pesaing, mengingat persaingan ketat dalam pasar minyak nabati global. Ketika harga minyak kedelai dan komoditas sejenis meningkat, harga CPO cenderung mengikuti tren tersebut.
BACA JUGA: Percepatan B50 dan E20 Dikebut, Kementan dan BUMN Genjot Kemandirian Energi Nasional
Dari sisi fundamental, Indonesia sebagai produsen dan eksportir CPO terbesar dunia berencana meningkatkan mandat campuran biodiesel berbasis sawit menjadi 50% (B50) mulai 1 Juli 2026, dari saat ini sebesar 40% (B40). Kebijakan ini diperkirakan akan meningkatkan konsumsi domestik sekaligus menekan pasokan ekspor ke pasar global.
Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati potensi peningkatan produksi dari negara produsen utama yang dapat membatasi ruang penguatan harga ke depan. Dengan demikian, pergerakan harga CPO diperkirakan tetap fluktuatif, mengikuti keseimbangan antara permintaan global dan prospek pasokan. (A3)