Harga CPO Malaysia Menguat Tiga Hari Beruntun, Terdorong Kenaikan Minyak Kedelai Global

Harga CPO Malaysia Menguat Tiga Hari Beruntun, Terdorong Kenaikan Minyak Kedelai Global
Agricom.id

23 April 2026 , 10:48 WIB

Kenaikan harga minyak kedelai di pasar global menjadi pendorong utama penguatan CPO, meski potensi lonjakan produksi masih membayangi pergerakan harga ke depan. Foto Agricom

 

AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar global kembali melanjutkan tren penguatan pada pertengahan pekan. Perdagangan di Bursa Malaysia Derivatives pada Rabu (22/4/2026) mencatat kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut, didorong oleh menguatnya harga minyak nabati pesaing, khususnya minyak kedelai.

Berdasarkan laporan Reuters, kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Juli 2026 naik sebesar RM38 per ton atau sekitar 0,83% menjadi RM4.597 per ton pada sesi perdagangan tengah hari. Kenaikan ini memperpanjang reli harga setelah dalam dua hari sebelumnya kontrak yang sama telah menguat sekitar 2,45%, mencerminkan sentimen positif yang terus berlanjut di pasar.

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Naik Lagi, Terdorong Minyak Nabati dan Kebijakan B50 Indonesia

Di pasar domestik, harga CPO yang diperdagangkan melalui PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) juga menunjukkan tren serupa. Pada hari yang sama, harga CPO ditetapkan sebesar Rp15.412/kg, naik Rp162/kg atau sekitar 1,06% dibandingkan posisi Selasa (21/4/2026) yang berada di level Rp15.250/kg.

Penguatan harga CPO tidak terlepas dari dinamika pasar minyak nabati global. Di Dalian Commodity Exchange, harga minyak kedelai tercatat meningkat sekitar 1,3%, sementara kontrak minyak sawit di bursa yang sama melonjak hingga 2,16%. Sementara itu, di Chicago Board of Trade, harga minyak kedelai juga mencatat kenaikan tipis, memberikan dukungan tambahan bagi pasar CPO.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Selasa (21/4) Naik ke Rp15.250/kg, Didukung Sentimen Global dan Kebijakan B50

Meski tren penguatan masih bertahan, pelaku pasar tetap mencermati potensi peningkatan produksi yang dapat menjadi faktor penahan kenaikan harga dalam jangka pendek. Dengan memasuki periode panen di sejumlah negara produsen utama, suplai yang lebih besar berpotensi menekan laju reli yang saat ini sedang berlangsung.

Secara keseluruhan, pergerakan harga CPO saat ini mencerminkan keseimbangan antara sentimen positif dari pasar minyak nabati global dan kekhawatiran terhadap peningkatan pasokan. Dalam kondisi tersebut, volatilitas harga diperkirakan masih akan tinggi seiring pasar menunggu arah fundamental berikutnya. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP