Kenaikan harga CPO domestik sejalan dengan penguatan di Bursa Malaysia, meski aktivitas withdraw masih terjadi di beberapa titik perdagangan. Foto: Agricom
AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar domestik kembali mencatat kenaikan pada pertengahan pekan. Berdasarkan penetapan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), harga CPO pada Rabu (22/4/2026) berada di level Rp15.412/kg, naik Rp162/kg atau sekitar 1,06% dibandingkan harga pada Selasa (21/4/2026) yang sebesar Rp15.250/kg.
Informasi yang dihimpun Agricom.id dari KPBN Inacom, harga CPO Franco Dumai ditetapkan sebesar Rp15.412/kg. Sementara itu, harga CPO Loco Parindu dibuka pada level Rp15.062/kg. Namun, transaksi di wilayah tersebut tidak berlanjut hingga penutupan, dengan status withdraw (WD) setelah penawaran tertinggi hanya mencapai Rp14.887/kg.
BACA JUGA:
- Harga CPO KPBN Selasa (21/4) Naik ke Rp15.250/kg, Didukung Sentimen Global dan Kebijakan B50
- Harga CPO Malaysia Menguat Tiga Hari Beruntun, Terdorong Kenaikan Minyak Kedelai Global
Di pasar global, pergerakan harga CPO juga menunjukkan tren penguatan. Perdagangan di Bursa Malaysia Derivatives mencatat kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut pada hari yang sama. Penguatan ini terutama didorong oleh naiknya harga minyak nabati pesaing, seperti minyak kedelai.
Dilansir dari Reuters, kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Juli 2026 di bursa tersebut naik RM38 per ton atau sekitar 0,83% menjadi RM4.597 per ton pada sesi perdagangan tengah hari. Kenaikan ini memperpanjang tren positif setelah sebelumnya harga telah menguat sekitar 2,45% dalam dua sesi perdagangan sebelumnya.
BACA JUGA:
- Tren Penguatan Berlanjut, Harga Karet SGX–SICOM Rabu (22/4) Naik lagi Ke Rp35.255 Per Kg
- KTNA Perkuat Dukungan Swasembada Pangan Lewat Inovasi dan Teknologi Pertanian
Dinamika pasar minyak nabati global turut menjadi faktor utama penggerak harga. Di Dalian Commodity Exchange, harga minyak kedelai tercatat naik sekitar 1,3%, sementara kontrak minyak sawit di bursa yang sama melonjak hingga 2,16%. Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga mengalami kenaikan tipis.
Meski tren penguatan masih berlangsung, pelaku pasar tetap mewaspadai potensi peningkatan produksi yang dapat menahan laju kenaikan harga dalam jangka pendek. Dengan masuknya periode panen di sejumlah negara produsen utama, suplai yang lebih besar berpotensi memberikan tekanan terhadap harga CPO ke depan. (A3)