Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, Pemerintah Klaim Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, Pemerintah Klaim Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
Agricom.id

26 April 2026 , 14:42 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut capaian cadangan beras pemerintah sebagai hasil kolaborasi lintas sektor sekaligus fondasi penguatan ketahanan pangan nasional. Foto: Istimewa

 

AGRICOM, KARAWANG — Pemerintah mencatat tonggak baru dalam pengelolaan cadangan pangan nasional. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengumumkan bahwa Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk pertama kalinya menembus angka 5.000.198 ton pada 23 April 2026. Capaian ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah, khususnya untuk periode bulan April.

Dalam kunjungannya ke gudang beras di Karawang, Amran menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor, bukan semata peran Kementerian Pertanian. Ia menegaskan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari Perum Bulog, TNI, Polri, hingga aparat penegak hukum, media, dan para pengamat.

BACA JUGA: Wamentan Sudaryono Pimpin Tanam Padi Serentak Nasional di Jambi

“Alhamdulillah hari ini tanggal 23 April 2026, sekarang jam 8.55, stok beras seluruh Indonesia 5.000.198 ton. Ini adalah pertama, tidak pernah terjadi sepanjang sejarah. Ini sejarah pertama. Inilah hasil kerja keras kita semua,” ujar Mentan Amrandikutip Agricom.id, Minggu (26/4).

Mentan Amran menegaskan bahwa capaian ini bukan semata hasil kerja Kementerian Pertanian, melainkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak. “Semua anak bangsa, bukan Kementerian Pertanian saja. Bulog, TNI, Polri, Kejaksaan, wartawan, pengamat, semua. Ini adalah kerja keras kita,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga ruang kritik yang konstruktif dalam membangun sektor pangan nasional.  “Kalau kita beda pendapat, biasa. Tetapi jangan berhenti di situ. Kalau ada yang mengkritik konstruktif, itu baik untuk negara. Yang penting jangan fitnah,” katanya.

BACA JUGA: GAPKI dan KLH Gelar Apel Siaga, Perkuat Antisipasi Karhutla

Penguatan cadangan ini didukung oleh peningkatan kapasitas penyimpanan nasional. Di wilayah Karawang saja, pemerintah menyewa gudang dengan kapasitas 102.000 ton, dengan realisasi pengisian saat ini mencapai 80.000 ton dan diperkirakan akan penuh dalam dua pekan ke depan. Secara nasional, total kapasitas gudang sewa telah mencapai 2 juta ton, di luar kapasitas gudang milik pemerintah sebesar 3 juta ton.

Penguatan kapasitas gudang ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga, sekaligus memastikan serapan produksi petani tetap optimal di tengah peningkatan produksi nasional.

“Sekarang sudah penuh, tinggal sekitar 800 ribu ton, dan kita sudah sewa lagi kurang lebih 1 juta ton kapasitasnya. Berarti nanti bisa mencapai sekitar 6 juta ton,” jelasnya.

BACA JUGA: Hadapi Kemarau 2026, Kementan Andalkan Pompanisasi dan Pupuk untuk Jaga Produksi

Sebagai bentuk akuntabilitas, Mentan Amran memastikan bahwa seluruh stok beras tersebut dapat diverifikasi secara terbuka oleh publik.

“Seluruh wartawan punya cabang di seluruh Indonesia. Silakan cek langsung ke gudang-gudang. Gudang dibuka kapan saja. Tidak mungkin berani mengatakan 5 juta ton kalau isinya 4 juta ton, karena konsekuensinya hukum,” ujarnya.

Menurut Mentan Amran, nilai beras yang tersimpan saat ini mencapai sekitar Rp55 hingga Rp60 triliun, sehingga akuntabilitas menjadi hal yang mutlak. Bahkan, pemerintah kembali menggelontorkan tambahan anggaran sekitar Rp10 triliun untuk memperkuat cadangan tersebut.

BACA JUGA: Daerah Perkuat Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi, Program Kementan Tuai Apresiasi

Lebih jauh, capaian ini juga berdampak strategis terhadap posisi Indonesia di tingkat global. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya Indonesia mengimpor hingga 7 juta ton pada 2023–2024, Indonesia kini berbalik arah dengan cadangan yang justru mencapai rekor tertinggi.

“Alhamdulillah, kita tidak impor di 2025. Insyaallah 2026 tidak impor. Kita saling mendoakan, kita kolaborasi,” ujarnya optimistis.

Mentan Amran menegaskan bahwa tingginya cadangan beras nasional saat ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mulai menjadi bagian dari solusi ketahanan pangan global.

“Ini berkontribusi pada rakyat Indonesia dan juga pada dunia. Indonesia sekarang berkontribusi pada dunia,” pungkasnya. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP