Intervensi cepat Kementerian Pertanian melalui distribusi pestisida dan pendampingan lapangan dinilai krusial dalam menekan potensi kehilangan produksi akibat serangan hama. Foto: Istimewa
AGRICOM, PINRANG - Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat mengatasi serangan hama penggerek batang padi (PBP) yang meluas di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), pemerintah menyalurkan bantuan pestisida guna menyelamatkan areal persawahan yang masih berpotensi panen.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, total luas serangan hama mencapai 14.406 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 5.000 hektare ditetapkan sebagai prioritas penanganan karena kondisi tanaman masih berada pada fase produktif, yakni berumur 35 hingga 55 hari.
BACA JUGA: Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, Pemerintah Klaim Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
Direktur Pestisida Kementan, Nelson Metubun, mengatakan penanganan dilakukan berbasis analisis teknis di lapangan agar intervensi tepat sasaran.
“Sebanyak 1.900 liter pestisida telah didistribusikan ke lima kecamatan dengan tingkat serangan tertinggi, yaitu Lanrisang, Suppa, Mattiro Sompe, Duampanua, dan Cempa,” kata Nelson dalam keterangannya, Senin (21/4/2026).
Tak berhenti di situ, Kementan juga menyiapkan tambahan bantuan dalam waktu dekat.
BACA JUGA: GAPKI dan KLH Gelar Apel Siaga, Perkuat Antisipasi Karhutla
“Bantuan selanjutnya tambahan 5.000 liter untuk 5.000 ha areal potensial, dan kita juga akan siapkan buffer stok di daerah ini sebagai bentuk mitigasi serangan hama,” ujarnya.
Sementara itu, Dirjen PSP Andi Nur Alam Syah menegaskan langkah cepat ini krusial untuk menekan potensi kehilangan produksi.
“Produktivitas rata-rata daerah ini di Tahun 2026 sebesar 6,71 ton GKP. Dengan intervensi ini, kita berpotensi menyelamatkan sekitar 33.500 ton GKP. Tanpa pengendalian, dampaknya langsung ke pasokan dan pendapatan petani,” jelasnya.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Turun Ke Rp 3.956,31/kg Di Periode 22-28 April 2026
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa swasembada pangan bukan hanya soal meningkatkan produksi, tapi juga melindungi hasil panen petani.
“Swasembada pangan tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Yang sama pentingnya adalah memastikan produksi yang sudah ditanam tidak hilang akibat gangguan seperti hama. Negara hadir untuk melindungi petani,” tegas Mentan Amran.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Jumat (24/4) Naik Tipis, Bursa Malaysia Catat Kenaikan Mingguan Perdana
Kementan bersama pemerintah daerah saat ini terus melakukan pemantauan dan pendampingan di lapangan guna memastikan pengendalian berjalan efektif dan tepat waktu. (A3)