Harga CPO Bursa Malaysia Terkoreksi, Ekspor Lesu Tekan Sentimen Pasar

Harga CPO Bursa Malaysia Terkoreksi, Ekspor Lesu Tekan Sentimen Pasar
Agricom.id

28 April 2026 , 02:09 WIB

Harga CPO di Bursa Malaysia dan KPBN melemah pada awal pekan, tertekan lesunya ekspor serta ekspektasi peningkatan produksi April. Foto: Agricom

 

AGRICOM, KUALA LUMPUR – Harga minyak sawit mentah (CPO) kembali bergerak melemah pada awal pekan, Senin (27/4/2026), seiring lesunya permintaan dari pasar utama serta meningkatnya ekspektasi produksi sepanjang April yang menekan sentimen perdagangan global. Koreksi harga juga terjadi di pasar domestik melalui tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN).

Mengutip Reuters, kontrak acuan CPO pengiriman Juli 2026 di Bursa Malaysia Derivatives turun RM39 per ton atau 0,85% ke level RM4.558 per ton. Penurunan ini terjadi setelah kontrak yang sama pada sesi sebelumnya sempat menguat 0,39%.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Senin (27/4) Turun ke Rp15.459/kg

Pelaku pasar menilai tekanan harga saat ini berasal dari kombinasi melemahnya ekspor dan potensi kenaikan produksi, sehingga ruang penguatan harga dalam jangka pendek menjadi lebih terbatas. Investor cenderung berhati-hati menunggu data resmi produksi dan ekspor akhir April.

Sinyal pelemahan permintaan terlihat dari survei kargo Intertek Testing Services yang mencatat ekspor produk minyak sawit Malaysia periode 1–25 April turun 15,7% dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan tersebut memperkuat indikasi bahwa serapan pasar ekspor terhadap produk sawit Malaysia sedang melambat.

BACA JUGA: Harga Karet SGX-Sicom Senin (27/4) Naik Lagi, Tren Positif Kian Kokoh

Di pasar domestik, harga CPO di KPBN juga ikut turun. Pada Senin (27/4/2026), harga ditetapkan Rp15.459/kg, turun Rp41/kg atau sekitar 0,26% dibandingkan harga pada Jumat (24/4/2026) yang berada di level Rp15.500/kg.

Selain faktor fundamental sawit, pergerakan harga CPO masih dipengaruhi dinamika minyak nabati pesaing di pasar global. Pada perdagangan yang sama, kontrak soybean oil paling aktif di Bursa Dalian turun 0,44%, sementara kontrak palm oil di bursa tersebut naik tipis 0,17%. Di sisi lain, harga soybean oil di Chicago Board of Trade menguat 0,53%.

BACA JUGA: Hilirisasi Perkebunan Digenjot, Indonesia Bidik Kemandirian Energi Nasional

Pergerakan beragam di pasar minyak nabati ini menunjukkan investor masih mencermati keseimbangan pasokan dan permintaan global, termasuk arah harga energi, kebijakan biodiesel, serta prospek panen di negara produsen utama.

Untuk jangka pendek, pasar CPO diperkirakan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan terbatas, sambil menunggu rilis data produksi Malaysia dan perkembangan ekspor dari negara-negara konsumen utama seperti India, Tiongkok, dan Uni Eropa. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP