Mentan Amran menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi kelapa yang sangat besar, namun belum dioptimalkan dari sisi pengolahan. Foto: Humas Kementan
AGRICOM, MANADO – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menantang para pengusaha, khususnya generasi muda, untuk mengambil peran lebih besar dalam pengembangan industri kelapa nasional melalui percepatan hilirisasi. Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.
Dalam arahannya kepada Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Utara di Manado, Jumat (1/5/2026), Amran menegaskan bahwa potensi kelapa Indonesia sangat besar, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan dari sisi pengolahan.
BACA JUGA: Mentan Amran Sidak Pembibitan Kelapa di Manado, Temukan Ketidaksesuaian Data dan Bibit Tak Layak
Menurutnya, selama ini komoditas kelapa masih didominasi oleh ekspor bahan mentah, sehingga peluang peningkatan nilai ekonomi belum optimal. Padahal, melalui pengembangan industri hilir, nilai produk kelapa dapat meningkat berkali-kali lipat.
““Kelapa kita sangat melimpah dan nilainya bisa meningkat berkali-kali lipat jika diolah. Tapi industri pengolahannya masih terbatas. Ini peluang besar yang harus segera diambil,” ujar Amran, dikutip Agricom.id dari laman Kementan, Senin (4/5).
BACA JUGA: Perkuat Produksi Pangan Daerah, Respons Cepat Mentan Amran Dapat Apresiasi Bupati
Kementerian Pertanian sendiri terus mempercepat pengembangan hilirisasi kelapa secara nasional. Pada 2026, pengembangan kawasan hilirisasi ditargetkan mencapai 150.000 hingga 154.000 hektare, melonjak signifikan dari sekitar 11.515 hektare pada 2025.
Program ini menjadi bagian dari strategi besar hilirisasi perkebunan nasional yang ditargetkan mampu menyerap hingga 1,6 juta tenaga kerja hingga 2027.
BACA JUGA: Sinergi TNI dan Pemerintah Dorong Lonjakan Ketahanan Pangan Nasional
Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan nilai tambah komoditas kelapa yang selama ini masih didominasi ekspor bahan mentah, sekaligus membuka peluang industri pengolahan di dalam negeri.
Mentan Amran menekankan bahwa keberanian menjadi kunci utama dalam dunia usaha.
“Kalau jadi pengusaha, jangan terlalu banyak berpikir tanpa aksi. Harus berani. Mulai saja dulu, bangun pabrik, kembangkan usaha. Peluang itu tidak datang dua kali,” tegasnya.
BACA JUGA: Sawit sebagai Model Swasembada dan Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi
Ia juga menyoroti pentingnya pola pikir sebagai fondasi kesuksesan. “Sukses itu ada di pikiran. Kalau kita fokus pada solusi dan terus bergerak, insya Allah berhasil,” katanya.
Lebih lanjut, Amran menegaskan bahwa karakter, integritas, dan konsistensi merupakan modal utama dalam membangun usaha yang berkelanjutan.
“Pengusaha harus punya mimpi besar, tidak cepat puas, dan tidak merasa paling hebat. Itu kunci agar tidak gagal,” ujarnya.
BACA JUGA: Sawit dan Dekarbonisasi
Di tengah meningkatnya permintaan global terhadap produk turunan kelapa, Amran mengajak pelaku usaha untuk memanfaatkan momentum tersebut.
“Kalau kita serius membangun dari hulu ke hilir, Indonesia bisa menjadi pemain utama dunia. Kita punya semua: lahan, iklim, dan sumber daya,” jelasnya.
Menutup arahannya, Amran mengajak pengusaha untuk berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Mei 2026 Naik Jadi USD 1.049,58/MT, Bea Keluar Dipatok USD 178
“Jangan hanya jadi penonton. Indonesia butuh pengusaha berani yang siap membangun industri dan membuka lapangan kerja. Kita bisa menjadi kekuatan ekonomi dunia,” tutupnya. (A3)