Kenaikan hampir 2 persen di Bursa Malaysia dan penguatan harga soyoil mendorong CPO global, sementara harga KPBN naik ke Rp 15.625/kg. foto: Agricom
AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di pasar global kembali mencatat penguatan signifikan dan menembus level tertinggi dalam empat pekan terakhir. Lonjakan ini dipicu meningkatnya optimisme pasar terhadap implementasi program biodiesel berbasis sawit di Malaysia.
Berdasarkan laporan Reuters, pada perdagangan Selasa (5/5/2026), harga kontrak berjangka CPO acuan pengiriman Juli 2026 di Bursa Malaysia Derivatives melonjak sebesar RM88 per ton atau naik sekitar 1,9 persen menjadi RM4.710 per metrik ton. Posisi ini menjadi level penutupan tertinggi sejak 7 April 2026.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Menguat di Awal Pekan, Dorongan Kebijakan Biodiesel Perkuat Sentimen Pasar
Penguatan ini memperpanjang tren positif harga sawit dalam beberapa hari terakhir, yang sebelumnya telah didukung oleh sentimen kebijakan energi berbasis sawit di Malaysia. Pemerintah negara tersebut dijadwalkan mulai menerapkan program biodiesel dengan campuran 15 persen minyak sawit (B15) pada Juni mendatang.
Kebijakan ini bertujuan untuk menekan biaya energi, khususnya harga diesel domestik, sekaligus memperluas pemanfaatan minyak sawit dalam bauran energi nasional. Pasar menilai langkah ini akan meningkatkan konsumsi domestik CPO Malaysia secara signifikan.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Mei 2026 Naik Jadi USD 1.049,58/MT, Bea Keluar Dipatok USD 178
Sejalan dengan tren global, harga CPO domestik juga mengalami kenaikan. Harga CPO yang dipasarkan melalui Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) ditetapkan sebesar Rp 15.625 per kilogram pada Selasa (5/5/2026). Angka ini naik Rp 225/kg atau sekitar 1,46 persen dibandingkan harga pada Senin (4/5/2026) yang berada di level Rp 15.400/kg.
Dari sisi pasar minyak nabati global, penguatan juga terjadi pada minyak kedelai (soyoil). Di Chicago Board of Trade, harga soyoil tercatat naik sekitar 0,41 persen, memberikan tambahan dukungan terhadap harga minyak sawit.
BACA JUGA: Tak Hanya Sawit, Grant Riset BPDP 2026 Perluas Riset Komoditas Kelapa dan Kakao
Sementara itu, aktivitas perdagangan di Dalian Commodity Exchange masih dalam masa libur dan dijadwalkan kembali beroperasi pada 6 Mei. Kondisi ini membuat pelaku pasar lebih fokus pada pergerakan di Bursa Malaysia sebagai acuan utama.
Dengan kombinasi sentimen positif dari kebijakan biodiesel dan dukungan dari pasar minyak nabati global, harga CPO diperkirakan masih memiliki ruang penguatan dalam jangka pendek, meskipun tetap dipengaruhi oleh dinamika produksi dan permintaan global. (A3)