Mentan Amran Gerak Cepat Tindak Laporan Mahasiswa soal Bawang Ilegal dan Pupuk Subsidi

Mentan Amran Gerak Cepat Tindak Laporan Mahasiswa soal Bawang Ilegal dan Pupuk Subsidi
Agricom.id

07 May 2026 , 11:18 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman langsung merespons laporan mahasiswa terkait dugaan bawang merah ilegal di Sumatera Utara dan kelangkaan pupuk subsidi di NTB dalam forum dialog bersama BEM SI di Jakarta. Foto: Istimewa

 

AGRICOM, JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menunjukkan respons cepat terhadap berbagai aspirasi mahasiswa dalam diskusi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia yang berlangsung di Jakarta, Rabu (6/5/2026). Dalam forum tersebut, Mentan Amran langsung menindaklanjuti sejumlah laporan dugaan pelanggaran di sektor pertanian yang disampaikan peserta.

Diskusi yang dihadiri sekitar 118 perwakilan mahasiswa dari berbagai daerah itu menjadi ruang terbuka bagi mahasiswa untuk menyampaikan persoalan yang terjadi di lapangan, mulai dari dugaan peredaran bawang merah ilegal hingga distribusi pupuk subsidi yang dinilai bermasalah.

BACA JUGA: Kementan Tanam Padi Serempak di 25 Provinsi untuk Jaga Produksi Nasional

Dua laporan yang langsung direspon yakni dugaan peredaran bawang merah ilegal di Sumatera Utara serta kelangkaan pupuk subsidi bagi petani bawang merah di Nusa Tenggara Barat (NTB). Atas laporan tersebut Mentan Amran langsung melakukan sambungan telepon kepada pihak terkait di daerah.

“Terima kasih mahasiswa. Inilah yang kita harapkan. Kalau ada pelanggaran, laporkan. Tidak boleh ada pembiaran. Kita berantas mafia, kita tindak tegas,” tegas Mentan Amran di hadapan peserta diskusi.

Ia bahkan langsung mencoba menghubungi aparat penegak hukum di Sumatera Utara terkait laporan bawang merah ilegal yang dinilai merugikan petani lokal. Menurutnya, praktik ilegal seperti itu tidak boleh dibiarkan karena dapat merusak harga pasar dan melemahkan kesejahteraan petani.

BACA JUGA: Tantang Pengusaha Muda Garap Hilirisasi Kelapa, Mentan Amran: Nilai Tambah Bisa Berlipat

“Nah itu ditangkap, masukkan penjara. Kapan negeri ini bisa makmur kalau ada pembiaran? Sama dengan beternak kejahatan di republik ini,” ujarnya, dikutip Agricom.id dari laman Kementan, Kamis (7/5).

Selain itu, laporan dari mahasiswa asal NTB terkait kelangkaan pupuk subsidi juga langsung direspons cepat. Mentan Amran menegaskan akan segera menelusuri distribusi pupuk di wilayah tersebut dan memastikan tidak ada penyimpangan di lapangan.

Dalam kesempatan itu, Mentan Amran juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai mitra kritis pemerintah dalam mengawal kebijakan publik, khususnya di sektor pertanian. Ia mengapresiasi sikap mahasiswa yang dinilai kritis namun tetap konstruktif.

BACA JUGA: Perkuat Produksi Pangan Daerah, Respons Cepat Mentan Amran Dapat Apresiasi Bupati

“Kita butuh pengkritik yang konstruktif. Bukan fitnah, tapi kritik berbasis data. Kita buka apa adanya, tidak ada yang ditutup-tutupi,” katanya.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas praktik mafia di sektor pertanian. “Ada koruptor, kita penjarakan. Di sektor pertanian sudah 76 tersangka. Ini bukti bahwa kita tidak main-main,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator BEM SI Wilayah Sumatera Utara, Muzan Mirisan, mengapresiasi respons cepat Mentan Amran atas aporan mahasiswa. Ia menyebut, langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan di lapangan.

BACA JUGA: Sinergi TNI dan Pemerintah Dorong Lonjakan Ketahanan Pangan Nasional

“Kita apresiasi kepada Pak Menteri, ada beberapa tadi yang  langsung ditindaklanjutin ya. Di Sumatera Utara, kita menyoroti kasus bawang merah ilegal yang ada. Kami berharap setelah kegiatan ini bisa dapat dibasmi mafia-mafia, terutama bawang merah ilegal yang masuk ke daerah Sumatera Utara,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Muhammad Abdi Maludin, mahasiswa asal NTB yang melaporkan persoalan pupuk. Ia menjelaskan bahwa ada oknum yang mempermainkan sehingga pupuk bersubsidi tidak sampai ke petani bawang merah. Ia menilai respons cepat Mentan Amran menjadi bukti keterbukaan pemerintah terhadap aspirasi mahasiswa.

“Saya lihat Pak Menteri langsung merespon dan berkoordinasi saat itu juga. Ini yang kami harapkan, agar persoalan di daerah bisa cepat ditangani,” katanya.

Melalui forum dialog ini, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang komunikasi dengan generasi muda serta memastikan setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti secara cepat, transparan, dan tegas. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP