Jelang Iduladha, Kementan Gencarkan Edukasi Kurban Higienis dan Sesuai Syariat

Jelang Iduladha, Kementan Gencarkan Edukasi Kurban Higienis dan Sesuai Syariat
Agricom.id

18 May 2026 , 13:51 WIB

Dok. Istimewa/ Edukasi kepada panitia kurban terus diperkuat guna memastikan pelaksanaan penyembelihan hewan berlangsung sehat, aman, higienis, serta memenuhi prinsip kesejahteraan hewan dan syariat Islam.

 

AGRICOM, JAKARTA – Menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat edukasi pelaksanaan kurban yang sehat, aman, higienis, dan sesuai syariat Islam. Langkah ini dilakukan untuk memastikan perlindungan kesehatan masyarakat sekaligus menjamin penerapan prinsip kesejahteraan hewan dalam proses penyembelihan kurban.

Penguatan edukasi tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari dinas peternakan daerah, pengurus masjid, akademisi, hingga pakar veteriner. Pelaksanaan kurban sendiri mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban yang mengatur persyaratan hewan, penanganan, proses penyembelihan, hingga distribusi produk hasil kurban.

BACA JUGA: Prabowo Apresiasi Mentan Amran, Indonesia Kini Dilirik Dunia untuk Pangan dan Pupuk

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementan, I Ketut Wirata, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas dan pemahaman panitia kurban menjadi faktor penting dalam mendukung pelaksanaan kurban yang aman dan sesuai ketentuan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi bertajuk “Kurban Sehat dan Bermanfaat” yang digelar pada Selasa (12/5/2026) secara hybrid di Kantor Pusat Kementerian Pertanian.

“Peningkatan pemahaman bagi panitia kurban sangat diperlukan, mulai dari penentuan hewan kurban yang sesuai syariat dan sehat, tata cara penanganan hewan, kebersihan lokasi serta peralatan pemotongan, hingga pelaksanaan pemeriksaan ante mortem dan post mortem,” ujar I Ketut Wirata, dikutip Agricom.id dari laman Kementan, Senin (18/5).

BACA JUGA: Kementan dan TNI AL Genjot Produksi Kedelai, Nganjuk Disiapkan Jadi Percontohan Nasional

Dengan menggandeng pakar dari perguruan tinggi, pihaknya terus berkolaborasi dengan dinas di setiap wilayah dalam mendorong pelaksanaan kurban yang sukses, aman, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat daerah. Kesiapan panitia kurban melalui edukasi perawatan, pemotongan, kehigienisan, dan kesesuaian dengan syariat juga menjadi salah satu hal yang perlu ditingkatkan dari tahun ke tahun.

Staf Pengajar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University sekaligus Pelatih Juru Sembelih Halal & Animal Welfare, Supratikno, menjelaskan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban harus dilakukan oleh juru sembelih halal yang kompeten dan paham atas kaidah syariat Islam serta prinsip-prinsip kesejahteraan hewan.

Pernyataan Supratikno juga disampaikan dalam kegiatan sosialisasi yang sama. “Hewan kurban sebaiknya dipuasakan sebelum penyembelihan dengan durasi maksimal 12 jam, namun tetap diberikan minum. Hewan boleh lapar, tetapi tidak boleh kelaparan. Jika penampungan melebihi 12 jam, hewan harus kembali diberi pakan. Puasa dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan pencernaan, meminimalkan kontaminasi saat penyembelihan, serta menjaga kualitas daging yang dihasilkan,” ujar Supratikno.

BACA JUGA: Kemenperin Genjot Hilirisasi Minyak Atsiri lewat Pusat Flavor and Fragrance Bali

Denny Widaya Lukman, Dosen Divisi Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Epidemiologi SKHB IPB University menjelaskan penanganan daging kurban serta pemilahan tiap bagian tubuh hewan kurban untuk memaksimalkan distribusi dan menjaga kualitas daging hingga sampai ke tangan penerima.

“Tempat pencacahan daging harus bersih, serta area penanganan daging harus dipisahkan dari jeroan. Jeroan pun perlu dipisahkan antara jeroan merah (paru, jantung, hati, dan limpa) dan jeroan hijau (perut serta usus),” jelas Denny.

Melalui penguatan edukasi dan kolaborasi lintas pihak, masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dan kooperatif dalam pelaksanaan ibadah kurban sesuai tata cara serta syariat yang berlaku. Pemerintah juga terus memperkuat upaya pemerataan pengawasan hewan kurban untuk mendukung penyelenggaraan Iduladha 1447 Hijriah yang aman, sehat, dan tertib. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP