Dok. Sawit Fest 2021/M Yusuf Toha/Kenaikan tipis harga TBS sawit di Sumatera Barat terjadi pada periode IV Mei 2026, didukung harga CPO yang masih bertahan di atas Rp15 ribu per kilogram.
AGRICOM, PADANG – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Sumatera Barat pada periode IV Mei 2026 atau 22–31 Mei 2026 kembali mengalami penguatan. Tim penetapan harga TBS Sumbar menetapkan harga sawit umur 10–20 tahun naik Rp7,02/Kg menjadi Rp4.005,78/Kg.
Kenaikan tersebut memperlihatkan tren pasar sawit yang masih relatif stabil di tengah fluktuasi harga minyak nabati global. Harga TBS Sumbar juga tercatat tetap berada di atas level Rp4.000/Kg untuk kategori tanaman produktif utama.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumatera Utara Periode Akhir Mei Anjlok Rp649,80 per Kg
Dalam penetapan kali ini, harga crude palm oil (CPO) ditetapkan sebesar Rp15.183,25/Kg, sementara harga kernel berada di level Rp15.137,00/Kg. Adapun harga cangkang ditetapkan Rp17,75/Kg dengan indeks K sebesar 94,34%.
Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, harga sawit umur 3 tahun ditetapkan sebesar Rp3.130,10/Kg. Kemudian umur 4 tahun Rp3.311,82/Kg dan umur 5 tahun mencapai Rp3.510,76/Kg.
BACA JUGA: Disbun Sumsel Perketat Pengawasan Harga TBS di Tengah Transisi Kebijakan Ekspor
Selanjutnya, harga sawit umur 6 tahun tercatat Rp3.625,27/Kg, umur 7 tahun Rp3.771,16/Kg, dan umur 8 tahun sebesar Rp3.912,83/Kg. Untuk tanaman umur 9 tahun, harga ditetapkan Rp3.992,94/Kg.
Sementara itu, kelompok tanaman umur 10–20 tahun sebagai kategori utama berada di level Rp4.005,78/Kg. Sedangkan harga sawit umur 21 tahun tercatat Rp3.845,61/Kg dan umur 22 tahun sebesar Rp3.839,86/Kg.
BACA JUGA: Pemerintah Gerak Cepat Redam Gejolak Harga Sawit, Jamin Stabilitas TBS Petani dan Pelaku Usaha
Untuk tanaman yang lebih tua, harga sawit umur 23 tahun ditetapkan Rp3.782,57/Kg, umur 24 tahun Rp3.607,88/Kg, dan umur 25 tahun sebesar Rp3.570,58/Kg.
Penguatan harga TBS di Sumatera Barat dinilai masih didorong tingginya harga referensi CPO domestik serta stabilnya permintaan pasar. Kondisi ini diharapkan dapat menjaga pendapatan petani sawit, khususnya menjelang memasuki periode perdagangan Juni 2026. (A3)