Harga CPO KPBN Jumat (29/5) Melonjak 7,7%, Namun Seluruh Tender Masih Withdraw

Harga  CPO KPBN Jumat (29/5) Melonjak 7,7%, Namun Seluruh Tender Masih Withdraw
Agricom.id

30 May 2026 , 07:01 WIB

Dok. Agricom/ Harga penawaran tertinggi CPO KPBN melonjak Rp955 per kilogram dibanding tender sebelumnya, sementara perdagangan CPO di Bursa Malaysia ditutup bervariasi dengan volume transaksi yang meningkat.

 

AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) dalam tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom pada Jumat (29/5/2026) kembali mengalami withdraw (WD). Meski seluruh tender tidak mencapai harga yang diharapkan penjual, harga penawaran tertinggi menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Agricom.id dari KPBN, harga penawaran tertinggi CPO mencapai Rp13.355 per kilogram. Angka tersebut meningkat Rp955 per kilogram atau sekitar 7,7 persen dibandingkan tender terakhir pada Selasa (26/5/2026) yang mencatat harga penawaran tertinggi Rp12.400 per kilogram.

BACA JUGA: Kementan dan Pelaku Industri Sepakat Jaga Stabilitas Harga Sawit Selama Transisi

Untuk tender Franco Belawan dan Kuala Tanjung, harga pembukaan ditetapkan sebesar Rp14.896 per kilogram. Namun transaksi berakhir withdraw dengan penawaran tertinggi hanya mencapai Rp13.355 per kilogram.

Sementara itu, CPO FOB Talang Duku dibuka pada level Rp14.696 per kilogram dan juga berakhir withdraw setelah mencatat penawaran tertinggi Rp13.155 per kilogram.

BACA JUGA: Tender CPO KPBN Selasa (26/5) Masih WD, Bursa Malaysia Ditutup Menguat

Di wilayah Sumatera Barat, CPO Franco Teluk Bayur dibuka Rp14.766 per kilogram dan berakhir withdraw dengan penawaran tertinggi Rp13.225 per kilogram.

Untuk wilayah Kalimantan Barat, CPO Loco Ngabang dibuka Rp14.546 per kilogram dengan penawaran tertinggi Rp12.940 per kilogram. CPO Loco Parindu yang dibuka pada level sama mencatat penawaran tertinggi Rp12.865 per kilogram, sedangkan Loco Kembayan dibuka Rp14.446 per kilogram dengan penawaran tertinggi Rp12.790 per kilogram. Seluruhnya berstatus withdraw.

BACA JUGA: Pemerintah Gerak Cepat Redam Gejolak Harga Sawit, Jamin Stabilitas TBS Petani dan Pelaku Usaha

Sementara itu, CPO Loco Luwu dibuka pada harga Rp14.396 per kilogram dan hanya memperoleh penawaran Rp8.000 per kilogram sehingga juga berakhir tanpa transaksi.

Pada komoditas crude palm kernel oil (CPKO), tender Franco Belawan dan Kuala Tanjung dibuka Rp30.368 per kilogram dan berakhir withdraw dengan penawaran tertinggi Rp29.075 per kilogram. Franco Dumai dibuka pada harga yang sama dan memperoleh penawaran tertinggi Rp28.630 per kilogram, sedangkan CPKO Betung dibuka Rp30.124 per kilogram dengan penawaran tertinggi Rp28.600 per kilogram.

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Bergerak Beragam, Volume Transaksi Melonjak

Untuk komoditas palm kernel (PK), harga Franco Medan/Belawan tercatat sebesar Rp13.490 per kilogram.

Di pasar global, perdagangan CPO di Bursa Malaysia Derivatives ditutup bervariasi pada Jumat (30/5/2026). Pelaku pasar masih mencermati perkembangan harga energi dunia yang berfluktuasi dan berpotensi memengaruhi pasar minyak nabati.

Kontrak CPO Juni 2026 menguat RM8 menjadi RM4.470 per ton. Namun kontrak Juli dan Agustus 2026 masing-masing turun RM2 menjadi RM4.503 per ton dan RM4.535 per ton.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau Naik Rp65,73/Kg, Tembus Rp3.932,63 per Kg

Sementara itu, kontrak September 2026 naik RM1 menjadi RM4.561 per ton. Kontrak Oktober 2026 menguat RM5 menjadi RM4.590 per ton dan kontrak November 2026 bertambah RM9 menjadi RM4.620 per ton.

Aktivitas perdagangan di Bursa Malaysia menunjukkan peningkatan. Volume transaksi naik menjadi 76.012 lot dari 59.830 lot pada sesi sebelumnya, sedangkan posisi open interest meningkat tipis menjadi 285.715 kontrak dari 285.564 kontrak.

Di pasar fisik, harga CPO pengiriman Juni South bertahan stabil di level RM4.490 per ton.

BACA JUGA: Kementan Optimalkan Peran BRMP di 38 Provinsi untuk Kawal Program dan Bantuan Pertanian

Pasar Malaysia juga akan memasuki masa libur pada awal pekan depan. Bursa Malaysia beserta anak usahanya dijadwalkan tutup pada 1–2 Juni 2026 dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Raja dan cuti pengganti Hari Raya Waisak. Perdagangan akan kembali dibuka pada Rabu, 3 Juni 2026.

Meskipun tender KPBN kembali berakhir withdraw, kenaikan tajam harga penawaran tertinggi menunjukkan sentimen pasar domestik yang mulai membaik seiring penguatan harga CPO global dalam beberapa sesi terakhir. Kondisi tersebut berpotensi menjadi katalis positif bagi harga tandan buah segar (TBS) petani sawit di berbagai daerah pada periode mendatang. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP