Dok. Agricom/ Harga CPO Bursa Malaysia melemah pada perdagangan Selasa (23/6/2026) setelah menyentuh level tertinggi dalam satu setengah bulan.
AGRICOM, JAKARTA – Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia kembali bergerak melemah pada perdagangan Selasa (23/6/2026), setelah sebelumnya mencapai posisi tertinggi dalam sekitar satu setengah bulan terakhir. Pelemahan harga dipicu oleh turunnya harga minyak kedelai global serta penguatan nilai tukar ringgit terhadap dolar Amerika Serikat.
Dilansir dari Reuters, kontrak CPO acuan untuk pengiriman September 2026 di Bursa Malaysia Derivatives turun RM33 per ton atau sekitar 0,71 persen menjadi RM4.639 per ton pada jeda perdagangan siang. Koreksi tersebut mengakhiri tren penguatan yang berlangsung selama dua sesi perdagangan sebelumnya.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Menguat, Didorong Naiknya Minyak Nabati Pesaing
Pelaku pasar menilai pelemahan harga minyak nabati pesaing menjadi faktor utama yang menekan sentimen pasar sawit. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) tercatat turun sekitar 0,49 persen, sementara kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian, Tiongkok, melemah 0,29 persen.
Di saat yang sama, kontrak minyak sawit di Bursa Dalian juga terkoreksi sebesar 0,34 persen, memperlihatkan adanya tekanan yang relatif merata di pasar minyak nabati global.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Senin (22/6) Kembali Withdraw, Bursa Malaysia Sentuh Level Tertinggi dalam Enam Pekan
Selain faktor eksternal, penguatan mata uang ringgit Malaysia terhadap dolar AS turut membatasi daya saing ekspor minyak sawit. Ringgit yang lebih kuat membuat harga komoditas sawit menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Meski demikian, data ekspor memberikan dukungan terhadap pasar. Surveyor kargo Intertek Testing Services (ITS) melaporkan ekspor produk sawit Malaysia selama periode 1–20 Juni 2026 meningkat 19,1 persen dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya.
BACA JUGA: Harga TBS Swadaya Riau Naik Tipis ke Rp3.696/Kg pada Periode 17–23 Juni 2026
Sementara itu, perusahaan inspeksi independen AmSpec Agri Malaysia mencatat pertumbuhan ekspor yang lebih tinggi, yakni mencapai 25 persen secara bulanan selama periode yang sama. Peningkatan pengiriman tersebut menunjukkan permintaan internasional terhadap minyak sawit Malaysia masih cukup kuat di tengah fluktuasi harga global.
Di pasar domestik, tender minyak sawit mentah PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) kembali berakhir withdraw pada Selasa (23/6/2026). Harga penawaran tertinggi CPO tercatat sebesar Rp15.315/kg.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi 19–25 Juni 2026 Nyaris Tak Bergerak, Cenderung Stabil
Dengan demikian, harga penawaran tertinggi CPO KPBN turun Rp100/kg atau sekitar 0,65 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya pada Senin (22/6/2026) yang mencapai Rp15.415/kg.
Pelaku pasar kini mencermati perkembangan harga minyak nabati global, pergerakan mata uang, serta data ekspor sebagai faktor utama yang akan menentukan arah pergerakan harga CPO dalam jangka pendek. Meskipun koreksi terjadi pada perdagangan hari ini, tingginya aktivitas ekspor dan potensi pengetatan pasokan regional dinilai masih dapat memberikan dukungan terhadap pasar sawit dalam beberapa pekan mendatang. (A3)