Kebun Benih Tebu 200 Hektare Rampung di Jabar, Varietas Panjalu 1 Siap Dibagikan Gratis Oktober–November 2026

Kebun Benih Tebu 200 Hektare Rampung di Jabar, Varietas Panjalu 1 Siap Dibagikan Gratis Oktober–November 2026
Agricom.id

28 June 2026 , 06:50 WIB

Dok. Ditjenbun/Pembangunan Kebun Benih Datar (KBD) tebu seluas 200 hektare di Subang dan Indramayu telah selesai. Varietas unggul Panjalu 1 yang memiliki produktivitas tinggi dan tahan kekeringan ditargetkan mulai disalurkan kepada petani secara gratis pada Oktober–November 2026.

AGRICOM, JAKARTA – Upaya penyediaan benih tebu unggul di Jawa Barat terus diperkuat melalui pembangunan Kebun Benih Datar (KBD) seluas 200 hektare di Kabupaten Indramayu dan Subang. Program yang dilaksanakan oleh CV Karya Amalia sebagai mitra Kementerian Pertanian tersebut diharapkan mampu mempercepat penyebaran varietas unggul Panjalu 1 kepada petani tebu.

Direktur Utama CV Karya Amalia, Iman, mengatakan perusahaan telah menyelesaikan kegiatan penanaman KBD di sejumlah lokasi, yakni Kecamatan Terisi dan Bantarwaru di Kabupaten Indramayu serta wilayah Jalan Cagak di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

BACA JUGA: Harga Karet SGX-Sicom Anjlok di Akhir Pekan, Tertinggi ke Rp37.632/Kg

Menurutnya, lahan KBD di Kecamatan Terisi mencapai 100 hektare, sementara di Bantarwaru seluas 70 hektare dan di Jalan Cagak seluas 80 hektare. Selain memenuhi target pengembangan KBD seluas 200 hektare, perusahaan juga menyiapkan tambahan lahan cadangan sekitar 50 hektare.

“Program ini merupakan bagian dari tugas yang diberikan pemerintah untuk mendukung pengembangan kebun benih tebu dan memastikan ketersediaan benih unggul bagi petani,” ujar Iman, dikutip Agricom.id dari laman Ditjenbun, Minggu (28/6).

Dalam pelaksanaannya, CV Karya Amalia bekerja sama dengan CV Joyo Rosan untuk penyaluran varietas Panjalu 1 yang berasal dari benih sumber KBI. Varietas ini dinilai memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan varietas lainnya.

BACA JUGA: Presiden Prabowo Terima Adi Bakti Tani Nelayan Maha Utama di PENAS XVII Gorontalo

Panjalu 1 mampu menghasilkan produksi hingga 1.700 kuintal per hektare dengan rendemen mencapai 11 persen. Selain itu, varietas tersebut dikenal tahan terhadap kondisi kekeringan, tidak berbulu, serta mampu menghasilkan anakan dalam jumlah banyak pada setiap mata benih.

Iman menjelaskan bahwa pengawasan mutu benih menjadi perhatian utama dalam pengembangan KBD. Untuk memastikan seluruh tahapan budidaya sesuai dengan standar yang berlaku, Balai Sertifikasi Provinsi Jawa Barat akan melakukan pemeriksaan secara berkala.

“Setiap bulan akan dilakukan pengecekan oleh balai sertifikasi untuk memastikan pengembangan KBD berjalan sesuai ketentuan,” katanya.

BACA JUGA: Prabowo di PENAS Petani dan Nelayan XVII: Swasembada Pangan Tercapai, Indonesia Siap Menuju Swasembada Energi

Ia menambahkan, benih tebu varietas Panjalu 1 yang masuk dalam program calon petani dan calon lokasi (CPCL) diperkirakan mulai tersedia pada Oktober hingga November mendatang. Benih tersebut dapat diakses masyarakat secara gratis sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Mengantisipasi potensi musim kemarau panjang, pengelola KBD juga telah menyiapkan berbagai sarana pendukung, termasuk pompa air untuk membantu sistem irigasi serta penggunaan mekanisasi dalam pengelolaan lahan.

Sementara itu, Maskonto, salah satu perwakilan petani yang mengunjungi lokasi KBD, menilai program tersebut dapat menghidupkan kembali lahan-lahan pertanian yang selama ini kurang produktif di wilayah Indramayu.

BACA JUGA: Kementan Perkuat Hilirisasi Kakao, Peluang Ekspor Cocoa Butter ke Australia Semakin Terbuka

Menurutnya, petani setempat perlu kembali membiasakan diri menanam tebu setelah dalam beberapa tahun terakhir lebih banyak menanam komoditas lain. Padahal, masih terdapat banyak lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Di sisi lain, Direktur Perbenihan Perkebunan, Ebi Rulianti, menjelaskan bahwa pembangunan KBD tebu merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menyediakan benih unggul bermutu sekaligus memperluas introduksi varietas baru kepada masyarakat.

Selain Panjalu 1, pemerintah juga mendorong pengembangan varietas unggul lainnya seperti AAS dan NXI 4T. Penyebaran varietas-varietas tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kebun tebu rakyat sekaligus mendorong kenaikan rendemen gula nasional.

Melalui ketersediaan benih unggul yang lebih luas, pemerintah berharap produktivitas tebu rakyat dapat terus meningkat dan mendukung upaya penguatan ketahanan gula nasional di masa mendatang. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP