Harga CPO Malaysia dan KPBN Kompak Melemah, Tertekan Minyak Nabati Pesaing


AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di pasar global kembali bergerak melemah pada perdagangan Selasa (21/7/2026). Penurunan dipicu oleh pelemahan harga minyak nabati pesaing serta turunnya harga minyak mentah dunia yang mengurangi sentimen positif di pasar.

Di Bursa Malaysia Derivatives (BMD), kontrak CPO acuan pengiriman Oktober 2026 ditutup turun RM34 per ton atau sekitar 0,73% menjadi RM4.609 per metrik ton, mencerminkan tekanan yang masih membayangi perdagangan minyak sawit internasional.

Sejalan dengan pergerakan di Malaysia, harga CPO di pasar domestik juga mengalami koreksi. Berdasarkan hasil tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), harga CPO pada Selasa (21/7/2026) ditetapkan sebesar Rp15.675 per kilogram.

BACA JUGA: Harga CPO Naik Lagi, Bursa Malaysia Sentuh RM4.636 per Ton

Harga tersebut turun Rp102 per kilogram atau sekitar 0,65% dibandingkan posisi sehari sebelumnya yang berada di level Rp15.777 per kilogram. Penurunan ini menunjukkan bahwa pasar domestik masih mengikuti arah pergerakan harga global.

Tekanan terhadap harga CPO juga berasal dari pasar minyak nabati lainnya. Di Bursa Dalian, China, kontrak minyak kedelai yang paling aktif turun 0,55%, sedangkan kontrak minyak sawit terkoreksi lebih dalam sebesar 1%. Sementara itu, di Chicago Board of Trade (CBOT), harga minyak kedelai juga bergerak melemah sekitar 0,07%.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Turun ke Rp15.675/Kg, Bursa Malaysia Ikut Melemah

Pergerakan harga minyak nabati yang serentak melemah mencerminkan meningkatnya tekanan di pasar global, di tengah lemahnya harga energi dan masih berhati-hatinya pelaku pasar terhadap prospek permintaan dalam jangka pendek. Kondisi tersebut turut membatasi ruang penguatan harga CPO, baik di pasar internasional maupun domestik. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP