Dok. Kementan/Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mencapai swasembada gula dalam dua tahun. Kementerian Pertanian akan mempercepat program peremajaan tebu melalui modernisasi budidaya, benih unggul, mekanisasi, dan kemitraan dengan petani serta industri gula.
AGRICOM, MALANG – Presiden Prabowo Subianto menetapkan target baru bagi Indonesia untuk mencapai swasembada gula dalam waktu dua tahun, lebih cepat dari rencana awal empat tahun. Percepatan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor gula.
Arahan itu disampaikan Presiden saat menghadiri Panen Raya dalam Rangka TNI Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Presiden mengungkapkan bahwa Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya melaporkan program peremajaan tebu seluas 100 ribu hektare per tahun, yang diperkirakan mampu mengantarkan Indonesia menuju swasembada gula dalam empat tahun. Namun, setelah dilakukan pembahasan lebih lanjut, Mentan Amran menyatakan target tersebut dapat dipercepat menjadi hanya dua tahun.
Mendengar optimisme tersebut, Presiden menyampaikan apresiasi sekaligus pesan bernada ringan kepada Mentan Amran.
"Saya bilang bagus, tapi jangan masuk rumah sakit, Menteri Pertanian. Janji dua tahun, tapi jangan sampai masuk rumah sakit. Negara dan bangsa masih membutuhkan Anda," ujar Presiden Prabowo yang disambut tepuk tangan para peserta.
BACA JUGA: Kementan Targetkan Bombana Jadi Sentra Tebu Baru, Pengembangan Capai 1.000 Hektare
Presiden menegaskan, percepatan swasembada gula merupakan bagian dari agenda besar pemerintah untuk membangun kemandirian nasional. Setelah dinilai berhasil memperkuat ketahanan pangan, pemerintah kini juga terus mendorong pencapaian swasembada energi serta meningkatkan ketahanan sumber daya air.
Menurut Presiden, seluruh jajaran pemerintah, TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga para petani memiliki peran penting dalam mengawal berbagai program strategis nasional. Ia mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang dinilai bekerja tanpa mengenal lelah demi mempercepat pembangunan sektor pertanian.
Presiden juga menegaskan bahwa berbagai upaya tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuktikan kemampuan Indonesia membangun kekuatannya sendiri.
Menanggapi arahan tersebut, Mentan Andi Amran Sulaiman menyatakan kesiapan penuh Kementerian Pertanian untuk mempercepat program peremajaan tebu nasional. Strategi yang akan ditempuh meliputi modernisasi budidaya, penggunaan benih unggul, peningkatan produktivitas, mekanisasi pertanian, serta penguatan kemitraan antara petani dan industri gula.
Menurut Amran, langkah tersebut menjadi strategi penting untuk meningkatkan produksi gula nasional, menekan impor, serta memperkuat kesejahteraan petani tebu.
"Kami siap menjalankan arahan Bapak Presiden. Seluruh jajaran Kementerian Pertanian akan bekerja maksimal bersama pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, dan petani agar target swasembada gula dalam dua tahun dapat tercapai," ujarnya, dikutip Agricom.id dari laman Kementan, Rabu (22/7).
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Turun ke Rp15.675/Kg, Bursa Malaysia Ikut Melemah
Kementerian Pertanian, lanjut Amran, akan terus mengawal percepatan program peremajaan tebu sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada gula, memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi industri gula dan kesejahteraan petani tebu di Indonesia. (A3)