AGRICOM, PEKANBARU — Harga tandan buah segar (TBS) sawit plasma di Provinsi Riau naik Rp26,56 per kilogram pada periode 5–11 Agustus 2026, dengan harga TBS tanaman umur 9 tahun mencapai Rp4.011,82/kg, berdasarkan data yang diperoleh Agricom dari Dinas Perkebunan Provinsi Riau.
Harga tersebut ditetapkan oleh Tim Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Provinsi Riau melalui Keputusan Nomor 28 untuk periode 5–11 Agustus 2026. Kenaikan terjadi pada berbagai kelompok umur tanaman.
Data menunjukkan harga TBS tanaman umur 3 tahun ditetapkan Rp3.099,41/kg, sementara tanaman umur 4 tahun mencapai Rp3.506,85/kg. Untuk tanaman umur 5 dan 6 tahun, masing-masing ditetapkan Rp3.714,61/kg dan Rp3.875,37/kg.
BACA JUGA: Harga Sawit Swadaya Riau Naik Rp23,35/Kg, Tembus Rp3.936,63 pada 5–11 Agustus
Harga TBS tanaman umur 7 tahun berada di Rp3.959,63/kg, sedangkan umur 8 tahun mencapai Rp4.006,32/kg. Harga tertinggi pada kelompok tanaman produktif tercatat pada umur 9 tahun, yakni Rp4.011,82/kg.
Untuk tanaman umur 10–20 tahun, harga TBS ditetapkan Rp3.991,13/kg.
Pada tanaman yang lebih tua, harga TBS secara bertahap menurun. Tanaman umur 21 tahun ditetapkan Rp3.929,51/kg, umur 22 tahun Rp3.870,72/kg, dan umur 23 tahun Rp3.807,63/kg.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Turun Rp30,2 per Kg pada 7–13 Agustus 2026
Sementara itu, harga TBS tanaman umur 24 tahun mencapai Rp3.738,63/kg dan umur 25 tahun Rp3.660,87/kg.
Untuk tanaman umur 26–30 tahun, harga masing-masing ditetapkan Rp3.613,87/kg, Rp3.566,82/kg, Rp3.521,18/kg, Rp3.503,58/kg, dan Rp3.488,90/kg.
Dalam formula penetapan harga periode tersebut, harga minyak sawit mentah (CPO) ditetapkan Rp15.709,74/kg. Harga inti sawit atau kernel berada di Rp15.153,14/kg, sedangkan nilai cangkang ditetapkan Rp18,27/kg.
BACA JUGA: Kebijakan DHE SDA 50% Perlu Pertimbangkan Likuiditas dan Daya Saing Industri Sawit
Tim penetapan harga juga menggunakan indeks K sebesar 93,39% dalam perhitungan harga TBS sawit plasma Riau.
Kenaikan harga tersebut menjaga harga TBS tanaman produktif Riau tetap berada di sekitar level Rp4.000/kg, memberikan dukungan terhadap pendapatan petani plasma di tengah harga CPO yang masih berada pada level tinggi. (A3)