Tender CPO KPBN Inacom Masih Withdraw, Harga Penawaran Tertinggi Naik Rp108/Kg


AGRICOM, JAKARTA — Tender minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom kembali berakhir withdraw (WD) pada Kamis, 27 Agustus 2026, meskipun harga penawaran tertinggi meningkat menjadi Rp15.708 per kg.

Harga penawaran tertinggi CPO tersebut naik Rp108 per kg atau 0,69% dibandingkan Rp15.600 per kg yang tercatat pada Rabu (26/8/2026).

Berdasarkan informasi yang diperoleh Agricom dari KPBN, penawaran CPO di basis Franco Dumai dibuka pada Rp15.770 per kg. Namun, tender berakhir withdraw dengan harga penawaran tertinggi Rp15.708 per kg.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Masih Withdraw Pada Rabu (26/8), Bursa Malaysia Kembali Melemah

Sementara itu, penawaran CPO FOB Talang Duku dibuka pada Rp15.520 per kg, dengan harga penawaran tertinggi mencapai Rp15.329 per kg sebelum tender berakhir withdraw.

Untuk CPO Franco Teluk Bayur, penawaran dibuka pada Rp15.570 per kg dan harga penawaran tertinggi mencapai Rp15.530 per kg sebelum tender juga berakhir withdraw.

Untuk produk sawit lainnya, harga Crude Palm Kernel Oil (CPKO) Franco Dumai tercatat sebesar Rp29.269 per kg.

Adapun harga Palm Kernel (PK) Loco PKS Bunut tercatat Rp12.435 per kg.

 BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Turun 1,88% pada Rabu (26/8)

Kontrak Berjangka CPO Malaysia Menguat

Di pasar global, harga kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives menguat pada Kamis (27/8/2026), setelah mengalami penurunan selama dua sesi perdagangan berturut-turut.

Penguatan tersebut didukung aksi beli pada harga yang lebih rendah (bargain hunting) serta kenaikan harga minyak nabati pesaing yang diperdagangkan di Dalian, China.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Agustus Turun ke USD 996,52/MT, Bea Keluar dan Pungutan Ekspor Ikut Disesuaikan

Menurut Reuters, kontrak berjangka CPO acuan untuk pengiriman November 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM35 per ton metrik atau 0,72% menjadi RM4.887 per ton pada jeda perdagangan siang.

Dengan nilai tukar yang berlaku saat itu, harga tersebut setara sekitar US$1.214 per ton.

Di Dalian, kontrak minyak kedelai yang paling aktif diperdagangkan menguat 0,94%, sedangkan kontrak minyak sawit naik 0,35%.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Kalteng Tertinggi Rp3.446,47/Kg pada Periode I Agustus 2026

Sebaliknya, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) turun 1,7%.

Pergerakan harga minyak nabati pesaing masih menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi perdagangan CPO. Pelaku pasar terus mencermati perbandingan harga, prospek permintaan, serta kondisi pasokan di pasar minyak nabati global. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP