AGRICOM, PALEMBANG — Harga karet acuan berdasarkan perdagangan SGX–SICOM pada Rabu (28/10/2026) mengalami penurunan. Harga tercatat sebesar 255,0 US cent/kg atau setara Rp46.022/kg untuk kadar karet kering (KKK) 100%.
Menurut Sekretaris Jenderal APKARINDO Sumatera Selatan, Rudi Arpian, harga acuan dalam rupiah tersebut turun Rp266/kg dibandingkan Selasa (27/10/2026), yang mencapai Rp46.288/kg.
“Penurunan terjadi seiring melemahnya harga SICOM dari 256,8 US cent/kg menjadi 255,0 US cent/kg. Pada saat yang sama, kurs yang digunakan dalam perhitungan tercatat sebesar Rp18.048 per dolar AS,” kata Rudi, dalam keterangan yang diperoleh Agricom, Rabu (28/10).
BACA JUGA: Harga Karet SGX–SICOM Selasa (27/10) Naik Rp64/Kg Jadi Rp46.288, Kurs Rupiah Mengimbangi Penurunan
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa harga karet acuan dalam rupiah dipengaruhi oleh perubahan harga di pasar internasional dan nilai tukar. Karena itu, kedua indikator tersebut perlu diperhatikan dalam membaca perkembangan harga karet harian.
Berikut harga acuan karet berdasarkan tingkat kadar karet kering (KKK) pada Rabu (28/10/2026):
| Kadar Karet Kering (KKK) | Harga Acuan (Rp/kg) |
| 100% | 46.022 |
| 70% | 32.216 |
| 60% | 27.613 |
| 50% | 23.011 |
| 40% | 18.409 |
| 30% | 13.807 |
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau 21–27 Oktober 2026 Tembus Rp3.679/Kg
Harga tersebut merupakan perhitungan acuan berdasarkan harga SGX–SICOM dan kurs yang digunakan, bukan penetapan harga transaksi langsung di tingkat petani.
Sebagai informasi, SGX-SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global. (A3)
