AGRICOM, PALEMBANG – Harga karet alam di pasar internasional kembali mengalami pelemahan pada Kamis (5/11/2026). Berdasarkan acuan SGX–SICOM, harga karet tercatat sebesar 241,5 US cent/kg, turun dari posisi sebelumnya 245,2 US cent/kg.
Dengan nilai tukar rupiah sebesar Rp18.049 per dolar AS, harga karet untuk kadar karet kering (KKK) 100% berada di level Rp43.588/kg. Angka tersebut terkoreksi Rp687/kg dibandingkan harga Rabu (4/11/2026) yang mencapai Rp44.276/kg.
Penurunan harga tersebut menambah tekanan terhadap sektor perkebunan karet rakyat. Jika pelemahan pasar internasional berlanjut, pendapatan petani berpotensi semakin tergerus, terutama bagi pekebun yang bergantung pada penjualan bahan olah karet (bokar) sebagai sumber penghasilan utama.
BACA JUGA: Harga Karet SGX–SICOM Rabu (4/11) Turun Menjadi Rp44.276/Kg
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pekebun Karet Indonesia (APKARINDO) Sumatera Selatan, Rudi Arpian, mengingatkan agar tekanan harga di pasar global tidak dijadikan alasan bagi pembeli untuk menurunkan harga bokar secara sepihak.
“Petani tetap berhak memperoleh harga yang wajar, penimbangan yang jujur, serta mekanisme potongan yang transparan. Fluktuasi harga internasional seharusnya direspons melalui tata niaga yang sehat, bukan dengan membebankan seluruh risiko pasar kepada pekebun,” kata Rudi dalam keterangan yang diperoleh Agricom, Kamis (5/11/2026).
Di tengah tekanan pasar, peningkatan mutu bokar dan KKK tetap penting. Pemerintah, UPPB, dan pabrik juga perlu memperkuat kemitraan serta menjaga persaingan pembelian yang sehat.
Rincian Harga Karet Berdasarkan KKK, Kamis, 5 November 2026
| Kadar Karet Kering (KKK) | Harga (Rp/Kg) |
| 100% | 43.588 |
| 70% | 30.512 |
| 60% | 26.153 |
| 50% | 21.794 |
| 40% | 17.435 |
| 30% | 13.077 |
BACA JUGA: RSPO, CPOPC dan Kadin Perkuat Kolaborasi Sawit Berkelanjutan
Sebagai informasi, SGX-SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global. (A3)
