Jika Mau Ekspor CPO Ke Eropa, Ini Yang Mesti Dipenuhi Industri Sawit

Jika Mau Ekspor CPO Ke Eropa, Ini Yang Mesti Dipenuhi Industri Sawit
Agricom.id

13 March 2021 , 14:24 WIB

Agricom.id, JAKARTA - Duta Besar Uni Eropa, Vincent Piket, pada kunjungan virtual (9/3/2021) lalu, ke Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Memimpin langsung delegasi Uni Eropa yang bertujuan, meningkatkan perdagangan dan investasi Uni Eropa dan Indonesia melalui kemitraan erat.

Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA) yang masih dirundingkan, diharapkan akan meningkatkan perdagangan dan investasi,   berkontribusi   pada   penciptaan   lapangan   kerja   dan pembangunan ekonomi di Indonesia. Kemitraan kedua negara ini, diharapkan memiliki daya tarik bisnis bagi dunia usaha.

Keberadaan Uni Eropa yang terdiri dari 27 negara, dengan jumlah penduduk hampir mencapai 600 juta jiwa, juga memiliki daya tarik tersendiri bagi negara lain termasuk Indonesia untuk melakukan kerjasama perdagangan. Menariknya, perbedaan klasifikasi kedua belah negara menjadi pemicu berbagai hambatan perdagangan yang kemudian timbul.

Seperti pada perdagangan minyak sawit mentah (CPO) dan berbagai produk turunannya, telah menjadi rahasia umum, selalu mengalami hambatan serius. Paska sulitnya menjual produk biodiesel sawit ke Uni Eropa, kini CPO dan produk turunannya, juga masih menghadapi berbagai tuntutan akan pemenuhan syarat lingkungan dan sosial.

Menurut Vincent Piket, kepada Agricom.idmasyarakat Uni Eropa sebagai konsumen produk Indonesia memiliki tuntutan besar akan berbagai produk yang dijual di negaranya, harus memperhatikan kondisi sosial dan lingkungan sepanjang mata rantai produksinya. Produsen yang menghasilkan produk tersebut, harus memiliki integritas dan kapabilitas yang mumpuni terhadap keberlanjutan sosial dan lingkungannya.

Sebagai negara maju, Uni Eropa memiliki konsen besar terhadap sosial dan lingkungan global, sebagai upaya melestarikan planet bumi. Sebab itu, Uni Eropa mengharapkan dukungan dari semua negara termasuk Indonesia, guna menjaga keberlanjutan sosial dan lingkungan dalam melakukan produksi produk-produknya.

Pemerintahan Uni Eropa juga konsen kepada dua (2) produk dari Indonesia, yaitu nikel dan minyak sawit. Diharapkan Vincent, dalam waktu dekat akan ada kesepakatan antara kedua negara untuk meningkatkan perdagangan kedua produk tersebut. (A1)   


TOP