Suroto Jadi Raja, Usai Cegat Presiden Jokowi Dapat Kiriman 20 Ton Jagung

Suroto Jadi Raja, Usai Cegat Presiden Jokowi Dapat Kiriman 20 Ton Jagung
Agricom.id

21 September 2021 , 06:21 WIB

Agricom.id, BLITAR - Masih ingat Suroto, peternak ayam petelur asal Blitra, Jawa Timur yang nekat mencegat Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meninjau aksi vaksin massal di Blitar, Selasa (7/9/2021).

Yang menarik, Suroto membentangkan poster yang sudah disiapkan, bertuliskan: Pak Jokowi Bantu Peternak Beli Jagung dengan Harga Wajar. Aksi nekat ini, ternyata berbuah manis. Seminggu kemudian, Suroto diundang Presiden Jokowi di Istana Presiden.

Dalam pertemuan itulah, Suroto yang merupakan salah satu peternak ayam terdampak pandemi COVID-19, mengutarakan seluruh uneg-unegnya. Bahwa harga pakan semakin mahal terutama jagung, sementara harga telur terus melorot.

Sebelum pandemi, Suroto memeiliki 15 ribu ayam petelur. Kini, susut dan tersisa kurang dari 5 ribu ekor. Seluruh aset yang dimiliki Suroto, hampir ludes untuk ongkos pemeliharaan ayam.

Usai pertemuan dengan presiden, Suroto seakan ketiban durian jatuh. Ujug-ujug, dia mendapat kiriman 20 ton jagung. "Enggak menyangka. Saya tahunya tadi malam ditelepon Mas Agung (staf pribadi Jokowi), katanya mau mengantar jagung dua truk untuk saya," ujar Suroto, dikutip dari  Kompas.com, Senin (20/9/2021).

Jagung yang dikirim memakai dua truk itu bukan bagian dari 30.000 ton bantuan jagung seharga Rp 4.500 per kilogram yang dijanjikan Jokowi akan disalurkan oleh Kementerian Pertanian untuk tiga sentra peternak ayam termasuk di Blitar.

Suroto sudah menjelaskan kepada staf pribadi Jokowi bahwa hari ini akan ada kiriman jagung dari Kementerian Pertanian. "Saya bilang, Mas, saya itu sudah dapat kiriman jagung dari kementerian yang akan saya beli Rp 4.500 per kilogram," ujar dia.

Tapi, lanjut Suroto, staf pribadi Jokowi menegaskan dua truk jagung itu adalah pemberian Jokowi khusus untuk dirinya, bukan bagian dari 30.000 ton yang dijanjikan.

Ada tiga staf pribadi Jokowi yang mengantarkan dua truk jagung sebanyak 20 ton di gudang pakan milik Suroto di Desa Suruhwadang, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, pada pagi tadi.
Dibagikan ke peternak kecil Suroto mengaku, dirinya akan memberikan sebagian besar dari 20 ton jagung itu kepada tetangganya sesama peternak ayam petelur.

Ia akan mengamil secukupnya sekitar 5 sampai 6 ton saja. "Sisanya akan saya bagi ke peternak di sekitar saya, barang satu dua karung. Istilah orang Jawa bagi-bagi berkat lah," ujar dia.

Dia akan membagikannya dengan peternak kecil yang populasi ayamnya sudah hampir habis akibat situasi sulit saat ini. "Ini wujud terima kasih saya atas apa yang diberikan Pak Presiden, maka jagung ini sebagian juga akan saya berikan gratis ke teman peternak. Tapi hanya peternak kecil," ujar dia.

Dia akan berkoordinasi dengan kepala desa setempat dalam pembagian jagung untuk peternak di desanya. Suroto mengaku tidak tahu apakah pembarian jagung itu merupakan respon Jokowi atas aksi emak-emak peternak di rumahnya. "Enggak tahu. Yang jelas Presiden sudah mengutus staf pribadinya untuk memastikan jagung saya terima. Dan yang jelas jagung yang dijanjikan sebanyak 30.000 ton itu juga sudah dikirimkan bertahap oleh Kementerian Pertanian," tambah dia.

Benar saja. Gudang pakan milik Suroto di Desa Suruhwadang kedatangan satu truk tronton berisi jagung sebanyak 20 ton yang merupakan bagian dari 30.000 ton jagung yang dijanjikan Jokowi untuk didistribusikan di tiga sentra peternak ayam petelur yaitu, Blitar, Pekalongan dan Lampung. Sekitar satu jam setelah kedatangan truk tronton, muncul dua truk membawa 20 ton jagung pemberian Jokowi tiba di gudang Suroto tersebut. (A3)





 


TOP