Meski Dukungan Anggaran Pusat dan Daerah Minim, Sulsesl Genjot Porang

Meski Dukungan Anggaran Pusat dan Daerah Minim, Sulsesl Genjot Porang
Agricom.id

25 September 2021 , 06:24 WIB

Agricom.id, Makassar - Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) menangkap prospek ekonomi tanaman porang yang sangat menggiurkan. Ada dorongan kuat untuk mengembangkan tanaman ini kepada para petani. Agar Provinsi Sulsel bisa menjadi sentra porang nasional.

Saat ini, Sulsel berada di peringkat keempat pengekspor porang setelah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sumatera. Nilai ekspor porang Sulsel sejak 2016-2021 mencapai Rp47,22 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Sulsel, Muhammad Firda mengatakan, sebagian kabupaten di Sulsel, sudah menjadi sentra porang. Diantaranya, Kabupaten Pinrang, Sidrap, Pangkep, Gowa, Selayar, Soppeng dan Bulukumba.

Tanaman porang yang sudah menjadi komiditas ekspor sejak 2016 ini, penanamannya baru masif pada 2019. "Kita sudah ekspor porang tahun 2016, namun penanaman porang baru masif 2019," kata Firda dalam Webinar Series Ekspedisi: Raup Ratusan Juta dari Budidaya Porang, Jumat (24/9/2021).

Sayangnya, dukungan anggaran baik dari pemerintah pusat maupun daerah terhadap tanaman porang, sangatlah minim. Tahun ini, APBN hanya menganggarkan untuk 20 hektar. Sedangkan APBD Provinsi Sulses hanya 125 hektar. Sementara dari swadaya petani sudah mencapai 6.670 hektar.

Firda menyebut, penting untuk mengedukasi masyarakat dalam bercocok tanam porang. "Memang kita mengedukasi masyarakat harus memberikan  penyadaran kepada masyarakat bagaimana bercocok tanam yang baik. Untuk menghasilkan buah yang bagus tentu perlu perlakuan yang bagus," sebutnya.

Pihaknya juga mendorong petani lebih memahami teknis ekspor. Sebab, komoditi ekspor harus benar-benar punya kualitas. "Harus mengikuti standar operasional prosedur layak ekspor," terangnya.

Ke depan, diharapkan ada peningkatan hasil ekspor porang. Apalagi, sudah ada beberapa pabrik pengolahan porang, seperti di Makassar, Gowa, Takalar, Maros dan Sidrap akan di bangun.

Tujuan ekspor porang Sulsel itu ke Cina, Vietnam, Thailand, Pakistan, Taiwan, Hongkong, Macau dan Jepang dan beberapa negara lainnya.
"Kinerja ekspor porang Indonesia meningkat 23,35 persen, pertumbuhan data 2020 . Ekspor poin sejak 2016-2020 sebesar 40, 9 persen," tutur Firda. (A3)


TOP